Sandiaga Uno Kritik Presiden Jokowi, Mantan Cawapres Prabowo Singgung Tapera, Reaksi Ali Ngabalin?

Sandiaga Uno, mantan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto mengkritik soal kebijakan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat).

Editor: Hasyim Ashari
KOMPAS.com/ANTARAFOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno (kiri) sebelum menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020). 

Sandiaga Uno Kritik Presiden Jokowi, Mantan Cawapres Prabowo Singgung Tapera hingga Reaksi Ali Ngabalin 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sandiaga Uno, mantan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto mengkritik soal kebijakan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat).

Sandiaga Uno menilai kebijakan itu tidak tepat jika dilaksanakan pada saat-saat ini.

Hal itu diungkapkan Sandiaga Uno di channel YouTube Kompas TVpada Kamis (11/6/2020).

Mulanya, Sandiaga Uno membenarkan bahwa negara berkewajiban untuk memberikan perlidungan sandang, pangan, papan dalam hal ini bukan hanya pemerintah.

"Sandang, pangan, papan memang tanggung jawab negara, malah tadi Bung Fadjroel bilang ini tugas konstitusi."

"Namun bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja sebetulnya, semua pihak harus bergotong royong untuk mewujudkan karena ini lanjutan tenun kebangsaan kita sama halnya dengan kesehatan dan sosial," jelas Sandiaga.

Namun, ia menegaskan kebijakan ini tidak tepat jika dilakukan pada saat-saat ini.

"Saya melihat bahwa tentunya mewujudkan perumahan untuk seluruh warga negara bagus, namun timing dan sinyal," katanya.

Menurutnya, kebijakan ini bisa efektif diterapkan pada dua hingga lima tahun lagi.

"Mungkin dua tiga tahun lagi, mungkin lima tahun lagi, mungkin lebih dari itu lagi."

"Komposisinya 0,5 persen ditanggung pemberi kerja dan 2,5 ditanggung pekerja melalui pemotongan gaji," ujar dia.

Lalu ia turut menyinggung Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman yang juga menjadi narasumber di acara itu.

"Danger ini walau pekerja masih tiga, empat, lima tahun, Bang Fadjroel tahu sendiri sebagai ahli komunikasi is not right time," singgungnya.

Lalu, Sandi mengungkit soal tanggungan lain yang harus dibayar pekerja, misalnya BPJS.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved