Bantuan APD Terus Mengalir, Konsulat RRT Denpasar Serahkan 28 Koli APD Untuk Provinsi NTT
Bantuan alat pelindung diri ( APD) bagi tenaga medis dan masyarakat Provinsi NTT terus mengalir
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Bantuan alat pelindung diri ( APD) bagi tenaga medis dan masyarakat Provinsi NTT terus mengalir. Terbaru, bantuan APD datang dari Konsulat Republik Rakyat Tiongkok ( Konsulat RRT) di Denpasar.
Bantuan sebanyak 28 koli APD itu diserahkan Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) NTT kepada pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT di UPT Gudang Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada Kamis (11/6) siang.
• Kasus Kredit Fiktif Bank NTT, Jaksa Tuntut Linda 6 Tahun dan Hadmen 4,6 Tahun
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua PSMTI NTT, Hengky Lianto kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang diwakili Kepala Bidang Payanan Kesehatan Dinas Kesehatan NTT, Emma Simanjuntak dan disaksikan oleh pengurus PSMTI NTT dan Kota Kupang.
Kepada wartawan, Hengky Lianto menjelaskan, bantuan dari Konsulat RRT di Denpasar berupa 28 Koli alat pelindung diri (APD) tiba di Kupang dan diserahkan oleh pengurus PSMTI kepala Gugus Tugas atau Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Bantuan dari Komjen RRT tersebut senilai 125 RT atau setara Rp 250 juta.
• Siap Lanjutkan Tahapan Pilkada, Paket AYO Tunggu Sosialisasi Aturan dari KPUD TTU
Hengky mengatakan, karena hubungan baik yang telah terbina dengan Konsulat RRT maka pihaknya meminta bantuan konsulat untuk masyarakat NTT dalam masa pandemi Covid-19.
"Beberapa bulan yang lalu kami ada minta Konjen RRT untuk bantu masyarakat NTT. Kami punya hubungan yang baik dengan konjen karena selama empat tahun berturut turut sudah lakukan kerjasama dengan konjen di bidang seni dan pariwisata," katanya.
Bantuan APD yang diserahkan tersebut, kata Hengky, akan didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT kepada pihak yang membutuhkan.
Terkait bantuan dari Konsulat RRT, ujar Hengky, diserahkan secara simbolis oleh PSMTI NTT karena pihak Konsulat tidak bisa hadir di Kupang. "Kami hanya mewakili karena mereka tidak bisa datang," tambahnya.
Selain menyerahkan bantuan dari Konsulat RRT, pihaknya juga telah mendistribusikan bantuan dari Satgas Covid-19 PSMTI NTT kepada rumah sakit di Kota Kupang.
"Kami sudah bentuk panitia covid, sudah mulai membangi bantuan berupa disinfektan kepada rumah sakit- rumah sakit di Kota Kupang," tambanya.
Kini, PSMTI NTT telah memiliki cabang di tujuh Kabupaten yakni Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Alor, Kota Kupang dan TTU.
Sementara itu, ucapan terima kasih disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT. Melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan NTT, Emma Simanjuntak, Gugus Tugas mengapresiasi bantuan yang diberikan pihak Konsulat RRT.
Ia mengatakan, berdasarkan list APD yang diterima, ada APD yang sulit didapat di pasaran oleh Gugus Tugas dan dapat dicover dalam bantuan Konsulat RRT tersebut.
"Kita beruntung, ada APD yang sulit sekali kita dapatkan dan bisa dicover dalam bantuan ini. Seperti Masker N95 , sarung tangan panjang, masker N95 itu harganya mahal dan di pasaran sulit karena persediaannya tidak ada," katanya.
Berdasarkan data yang diterima POS-KUPANG.COM, bantuan APD tersebut terdiri dari Pakaian 300 buah, Googles 100 buah, Disposable medical gloves 4000 buah, masker pelindung wajah N95 500 buah, masker KN95 2400 buah, masker medis 6000, freight charges 1 unit.
Untuk bantuan tersebut juga telah dilaporkan oleh pengurus PSMTI NTT, Bobby Liyanto dan Alain Nitisusanto kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada Kamis pagi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)