24 Pejabat Pemkab Sumba Barat Daya Ikuti Seleksi Wawancara Eselon II
24 pejabat lingkup pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya mengikuti tes wawancara seleksi eselon II yang berlangsung selama dua hari berturut-tur
Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM PetrusPiter
POS-KUPANG.COM/TAMBOLAKA---Sebanyak 24 pejabat lingkup pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya mengikuti tes wawancara seleksi eselon II yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, Kamis (11/6/2020) hingga Jumat (12/6/2020).
Para pejabat yang mengikuti tes eselon II, kini memasuki tahap wawancara tersebut adalah pejabat eseon II yang sedang mendudukan jabatan eseon II sekarang.
Pelaksana sekretaris daerah Sumba Barat Daya, Bernadus Bulu yang dikonfirmasi tentang adanya kegiatan seleksi eselon II, Kamis (11/6/2020) membenarkannya. Menurutnya, seleksi tersebut bukan untuk mengisi jabatan yang kosong tapi hanya untuk merotasi jabatan di eselon II sesuai dengan hasil evaluasi apakah para pejabat itu masih layak ditempatkan di jabatan sekarang ataukah dirotasi ke jabatan lain di eselon II yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Sebenarnya ada 26 pejabat eselon II mengikuti seleksi ini tetapi satu pejabat meninggal dan seorang lainnya memasuki masa pensiun maka hanya 24 orang mengikuti tes ini. Tes tertulis berlangsung selama sehari, Rabu (10/6/2020). Sedangkan tes wawancara berlangsung selama dua hari yakni Kamis (11/6/2020) hingga Jumat (12/6/2020).
Dirinya mengatakan untuk proses seleksi ini sendiri tidak ada syarat khusus hanya bagi mereka yang memenuhi syarat eselon II yang aktif saat ini karena aturan ASN itu merotasi ataupun memutasi eselon II B itu harus dilalui dengan pansel tanpa asesment.
Menurutnya, pansel ini sendiri terdiri dari unsur PNS sebagai Ketua dalam hal ini oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, drg.Bonar B.Sinaga. Mengapa hal itu terjadi ? Keputusan tersebut diambil karena semua pejabat eselon II lingkup pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya mengikuti seleksi tersebut. Selanjutnya melibatkan akademisi dari STKIP Weetabula, dua tokoh masyarakat dalam hal ini mantan Sekda SBD, Antonius Umbu Zaza dan mantan asisten II, Martinus Bulu.
Ia berharap proses ini berjalan lancar sehingga proses rotasi bisa dilakukan dengan berpedoman pada sumber daya pejabat yang diharapkan bupati demi mendukung pelaksanaan program 7 Jembatan Emas. (Pet)

Area lampiran