Dampak Pandemi Covid-19, Dana Dipotong Pekerjaan Proyek Jalan dan Jembatan Tetap Jalan

Pekerjaan empat paket proyek jalan dan jembatan PPK 1.1 Wilayah Provinsi NTT, BPJN X Kupang, tetap berjalan di masa pandemi Covid-19

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/KANIS JEHOLA
PPK 1.1 Satker PJN Wilayah Provinsi NTT, Franky Simamora, ST, M.Eng 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pekerjaan empat paket proyek jalan dan jembatan yang ditangani PPK 1.1 Wilayah Provinsi NTT, BPJN X Kupang, tetap berjalan di masa pandemi Covid-19.

Hanya saja dana yang sudah dianggarkan atau yang tertuang dalam kontrak kerja empat paket proyek tersebut dipotong untuk penanganan Covid-19.

Hal ini disampaikan pejabat pembuat komitmen (PPK) 1.1 Satker PJN Wilayah Provinsi NTT, Franky Simamora, ST, M.Eng kepada POS- KUPANG.COM, Sabtu (6/6/2020).

Dinas P dan K Kota Kupang Telah Siapkan Pelaksanaan PPDB secara Online dan Offline

Franky menjelaskan, dalam tahun anggaran 2020 ia menangani empat paket proyek, yakni penggantian Jembatan Mapoli di Kota Kupang, dengan nilai kontrak Rp 3.562.038.000, dikerjakan CV Putra Mandiri Sejahtera.

Tiga paket lainnya, yakni satu paket preservasi jalan Oesapa-Batas Kota SoE dengan nilai kontrak Rp 44.842.630.000 (tahun 2020) dan 20.258.688.000 (tahun 2021), dengan kontraktor PT Usaha Karya Buana KSO PT Hutama Mitra Nusantara.

Nyamannya Terminal Penumpang Kapal di Pelabuhan Lorens Say Maumere Setara Bandara Besar

Satu paket Pembangunan Jalan Kolbano -Boking (Sta. 119+400 -Sta. 126+000) dikerjakan PT. Nanda Karya Putra Pratama dengan nilai kontrak Rp 35.937.572.000; dan dan satu paket Ppmbangunan jalan Poros Tengah Kupang (Akses Jalan menuju Lokasi Observatorium), dikerjakan PT Hutama Mitra Nusantara dengan nilai kontrak Rp 10.776.978.000.

"Untuk kerja masih jalan. Kan kasihan juga kontraktornya kalau tidak kerja. Mereka juga kan butuh biaya untuk membayar gaji karyawan. Memang sampai sekarang belum ada masalah berarti. Akhir kontraknya bulan November - Desember," jelas Franky.

Akibat pemotongan dana untuk Covid-19, jelas Franky, volume pekerjaan juga dipotong disesuaikan dengan besaran dana yang dipotong.

"Pekerjaan yang tidak dikerjakan tahun ini akibat dana dipotong akan dianggarkan lagi pada tahun berikutnya," jelas Franky. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved