Pengusaha Minta Regulator Pemerintah Dipermudah

Ekonomi sangat bergantung dengan transportasi kalau bisa diatasi maka pelan-pelan akan ekonomi akan bertumbuh

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Diskusi Virtual membahas Ekonomi NTT di Masa dan pasca Covid-19 melalui aplikasi Zoom Video Conferencing, Sabtu (6/6/2020). 

Pengusaha Minta Regulator Pemerintah Dipermudah

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi NTT menggelar Diskusi Virtual membahas Ekonomi NTT di Masa dan pasca Covid-19 melalui aplikasi Zoom Video Conferencing, Sabtu (6/6/2020).

Diskusi ini menghadirkan narasumber pengusaha  Freddy Ongko Saputra, Pengamat Ekonomi, James Adam, Fritz Fanggidae dan Peneliti Pertanian, Tony Basuki dengan host Noya Letuna.

Freddy Ongko Saputra diberikan kesempatan pertama untuk mengemukakan dampak ekonomi NTT karena Covid-19.

Freddy Ongko Saputra, menyampaikan ekonomi NTT sementara ini menurun dengan adanya keterbatasan.

Ekonomi sangat bergantung dengan transportasi  kalau bisa diatasi maka pelan-pelan akan ekonomi akan bertumbuh. Karena perpindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya merupakan transaksi ekonomi.

Sedangkan, pariwisata baik di hotel maupun tempat wisata mengalami zero, tidak ada orang yang datang ke tempat tersebut. 

Ia berharap perekonomian yang masih bisa berjalan adalah perikanan, yang bisa dikirim ke luar daerah, ke tempat lain.

"Karena di luar negeri perikanan masih unggul yang diterima di pasar, banyak daerah yang terjadi kekacauan, dikhawatirkan ekspor tuna akan alami guncangan. Begitu juga dengan UKM,  bersyukur Garuda bisa berjalan dengan baik, oleh-oleh dan lainnya bisa berjalan, warung sudah mulai duduk makan," tuturnya.

Ia mengatakan saat ini perdagangan antar daerah, seperti hasil bumi harus lebih bisa diselesaikan. Jadi mudah-mudahan Pak Gubernur bisa mengeluarkan surat agar perbatasan antar daerah lebih simpel, seperti tidak ada rapid tes. Karena UKM masih tidak mempunyai distributor atau perwakilan, sehingga aturan-aturan protokoler rapid test akan mengganggu. 

Ia mengatakan semua ini adalah regulator pemerintah yang bisa mengatur untuk mendukung ekonominya. 
Bila tidak regulator tidak mendukung, katanya, tentu mendapatkan hambatan-hambatan di perbatasan.

"Kita menunggu regulator karena pengusaha pasti taat pada peraturan. Tentukan regulasi simpel sehingga ekonomi bisa tumbuh kembali, perikanan, pertanian dan peternakan harus fokus, karena NTT tidak ada industri yang besar," tuturnya.

Ia mengajak agar membuat sistem yang baik, beramai-ramai bangkit dan sadar. Negara besar masih punya fasilitas kemampuan yang ada, terutama NTT, masih ada pertanian, peternakan dan perikanan untuk bisa dikelola dengan baik.

Pendamping Desa Model Sumba Barat : Terimakasih Bapak Gubernur Bersama Ketua PKK NTT

Masuk New Normal, Pengamat Ekonomi Sebut Akan Hadapi Tiga Permasalahan Ini

Perkelahian antar Kelompok di Noelbaki, Jajaran Polsek Kupang Tengah Turun Tangan

Update Corona di NTT : Dua Pasien Sembuh, Dua Kasus Positif Baru Transmisi Lokal

Hasil ikan bisa maksimal di NTT dan bisa membuka lapangan kerja di NTT. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
 

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved