Update Corona Sumba Timur - Pelaku Perjalanan Mencapai 4.383 Orang

Pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur saat ini mencapai 4.383 orang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Pelaku perjalanan di Kabupaten Sumba Timur saat ini mencapai 4.383 orang. Dari jumlah itu, pelaku perjalanan yang masih melakukan karantina mandiri sebanyak 97 orang, sedangkan 4.286 orang sudah selesai masa karantina mandiri.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19) Kabupaten Sumba Timur, Kamis (4 /6/2020), menyebutkan, data pelaku perjalanan di Sumba Timur saat ini berjumlah 4.383 orang dan yang masih melakukan karantina mandiri sebanyak 97 orang.

Wagub Josef Serahkan Bantuan untuk Panti Asuhan Bhakti Luhur, Sr. Adri: Terima Kasih Pak Wagub!

Data Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 179 orang dan ada 172 orang telah selesai dipantau sehingga di Sumba Timur saat ini jumlah ODP masih ada 7 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak empat orang dan tiga orang dinyatakan telah selesai dipantau dan saat ini tersisa satu orang.

Tanggal 12 dan 13 Juni Menjadi Penantian Pelatih Persib Bandung Robert Alberts, Ini yang Dinantikan

Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 73 orang dan yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 28 orang dan yang masih dipantau sebanyak 45 orang.

Jumlah sampel yang telah dikirim dari Sumba Timur sebanyak 124 sampel swab dan 60 sampel terkonfirmasi negatif dan 53 sampel belum ada hasil. Kasus positif Covid-19 di Sumba Timur sebanyak delapan orang dan yang sudah sembuh satu orang, sehingga saat ini masih ada tujuh orang yang dirawat di RSU Umbu Rara Meha Waingapu

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana mengatakan, kasus positif di Sumba Timur yangmasih berasal dari kluster STT Grogol Jakarta.

Chrisnawan meminta semua elemen masyarakat perlu memperhatikan semua imbauan pemerintah. Bahkan, lanjutnya, perlu juga diwaspadai kasus-kasus import.

"Kasus-kasus impor perlu dijaga sehingga tidak terjadi peningkatan. Pengawasan di pintu-pintu masuk, seperti ada kapal yang masuk. Kita juga waspadai orang yang masuk melalui jalur tidak resmi, " katanya.

Dia mengimbau masyarakat Sumba Timur supaya tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan oleh WHO dan juga dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

"Mari kita taati semua protokol kesehatan, social distancing dan physical distancing. Tetap di rumah, jika terpaksa keluar maka gunakan selalu masker dan rajin cuci tangan," kata Chrisnawan. (Laporan Reporter POS -KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved