Warga Malaka Jangan Bangga Zona Hijau, Protokoler Kesehatan Wajib Diterapkan
Polres Malaka pada prinsipnya siap mendukung apapun keputusan yang diambil bersama dalam hal penerapan new normal
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN - Jajaran Polres Malaka pada prinsipnya siap mendukung apapun keputusan yang diambil bersama dalam hal penerapan new normal di Kabupaten Malaka yang nanti diterapkan secara bertahap.
Namun, pengertian normal ini harus disosialisasikan secara baik oleh semua elemen terkait dalam menjaga daerah ini tetap aman dari penyebaran Covid-19. Warga Malaka jangan bangga dengan zona hijau tetapi harus jaga dan waspadai selalu dengan tetap terapkan protokoler kesehatan.
• 192 Siswa SMPK St Yoseph Naikoten Lulus 100 Persen Setelah Mengikuti 4 Kali Try Out Online
Posko Covid-19 baik di empat titik pintu masuk maupun yang ada di kecamatan dan desa diharapkan tetap aktif 1x24 jam dan apa yang sudah dilaksanakan selama ini tetap dilaksanakan.
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno menyampaikan hal ini pada rapat persiapan penerapan new normal yang dipimpin Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (4/6/2020).
• Puluhan Keluarga PDP Meninggal Datang ke Kantor Bupati Mabar, Ini Tuntutannya
Menurut Kapolres Albert, apabila dicermati situasi terkait Covid-19, sampai saat ini Malaka masih zona hijau. Tapi kondisi ini warga jangan berbangga. Ini peran aktif semua.
"Kita bangga karena begitu informasi soal Covid- 19, kita ambil langkah cepat dengan siaga di pintu masuk. Kerja cepat tim gabungan terutama di empat titik perbatasan antar kabupaten," katanya.
Dirinya berharap para camat, kades diberikan penguatan agar terus pertahankan pola penerapan protokoler kesehatan yang selama ini sudah berjalan.
Khusus mengenai penerapan new normal bertahap, kata Albert, khusus di gereja disarankan kalau bisa sebelum resmi diaktifkan tanggal 1 Juli, tokoh agama perlu lakukan sosialisasi kepada jemaat atau umat. Bahwa protokoler tetap dilakukan dan pengaturan jarak dan jumlah umat dibatasi dengan mengatur jadwal ibadahnya.
"Prinsip kami di Polri mendukung apapun keputusan yang dihasilkan. Pengawasan dan pengendalian sesuai keputusan bersama. Langkah lain, pergerakan mobil atau orang di pintu perbatasan antar kabupaten tetap kita awasi, jangan sampai lengah. Tetap ikuti catatan perjalanan orang di empat pos siaga," tegasnya.
Bupati Malaka, SBS pada kesempatan ini menegaskan bahwa khusus acara pesta pernikahan, kunjungan ke objek wisata belum boleh diterapkan new normal.
"Kita terapkan dulu kegiatan ASN di perkantoran tanggal 15 Juni dan pengaktifan kembali rumah ibadah tanggal 1 Juli dulu. Nanti kita evaluasi berjalan efektif atau tidak. Kunci dari pencegahan covid ini ada tiga kekuatan yakni rrakyat, komando level nasional presiden turun gubernur, bupati dan semua komponen harus bersatu," pesan SBS.
Kasdim 1605/Belu, Mayor (Inf) Ery Ninu mengatakan, m engacu pada instruksi Panglima TNI maka jajaran di tingkat bawah wajib mendukung pelaksanan kegiatan covid dengan berbagai cara.
" Segala keputusan bupati wajib kita amankan. Mari kita sama-sama jaga daerah ini dari penyebaran virus corona. Jangan cuma dibebankan pada pemerintah dan aparat keamanan, tapi kita gotong royong mencegah agar daerah ini tetap aman," kata Ery. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)