News

Sedih, Virus Corona Hilangkan Pendapatan 123 Warga Belu, 23 Pekerja di- PHK 100 Orang Dirumahkan

Khusus di Belu, dampak corona ini terjadi PHK sebanyak 23 orang dan karyawan dirumahkan 100 orang.

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Laurens Kiik Nahak 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas

POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu mencatat 23 pekerja di daerah itu mengalami masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 100 orang lainnya dirumahkan perusahaan sebagai dampak corona.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Belu, Laurens Kiik Nahak, kepada wartawan, Selasa (2/6), mengatakan, kasus corona telah menimbulkan berbagai dampak, salah satunya di lini ketenagakerjaan.

Khusus di Belu, dampak corona ini terjadi PHK sebanyak 23 orang dan karyawan dirumahkan 100 orang.

Karyawan yang dirumahkan tersebut di antaranya bekerja Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik dan Yayasan Bentara Sabda Timur Nenuk.

Sementara karyawan yang di-PHK dilakukan PT Naviri Multi Konstruksi 13 orang, dua orang karyawan oleh PT Faromas.

Untuk masalah PHK yang dilakukan PT Naviri Multi Konstruksi sedang dalam proses penyelesaian perselisihan oleh pihak ketiga, sedangkan karyawan yang dirumahkan belum dipanggil oleh pihak perusahan masing-masing.

Sebagai Kepala Dinas Nakertrans dan mewakili pemerintah, Laurens berharap perusahaan yang sempat merumahkan karyawan agar dapat mempekerjakan kembali setelah pemberlakukan new normal.

Walaupun tidak serentak namun karyawan yang sudah dirumahkan bisa dipanggil kembali untuk bekerja di perusahaan bersangkutan sebagaimana biasanya.

Hal ini juga merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membantu pemerintah untuk penyerapan tenaga kerja.

Menurut Laurens, pihak perusahan yang merumahkan para karyawan sudah datang melaporkan ke Dinas Nakertrans sejak awal pandemi corona dan saat itu pihak perusahaan menyampaikan bahwa mereka siap mempekerjakan kembali para karyawan setelah situasi sudah pulih atau normal.

Komitmen tersebut yang akan ditunggu oleh pemerintah jika suatu saat pihak perusahaan kembali mempekerjakan karyawan yang dirumahkan selama ini.

Menurut Laurens, karyawan yang dirumahkan jika dipanggil kembali untuk bekerja jauh lebih bagus dibandingkan merekrut karyawan baru.

Pasalnya, karyawan lama dengan pihak perusahaan sudah saling kenal dan perusahan sudah mengetahui skill serta karakter karyawan sudah dipelajari. *

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved