News

Pemdes Weliman-Malaka Pasang Baliho di Setiap Dusun Hajar Corona, Yohanes: Kita Dukung Pemerintah

Pemerintah Desa (Pemdes) Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona.

Pemdes Weliman-Malaka Pasang Baliho di Setiap Dusun Hajar Corona, Yohanes: Kita Dukung Pemerintah
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Salah satu Baliho Sosialisasi Pencegahan Virus Corona atau covid19 yang dipasang Pemdes Wehali, Senin (1/6/2020).

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edy Hayong

POS KUPANG, COM, BETUN - Pemerintah Desa (Pemdes) Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona.

Upaya yang dilakukan dengan mendatangi dusun per dusun menyampaikan aturan protokoler kesehatan dilanjutkan dengan pemasangan baliho.

Kepala Desa Wehali, Johanes Roy Tei Seran, didampingi Sekdes, Roni Seran, di sela-sela kegiatan pemasangan baliho sosialisasi pencegahan Covid-19, Senin (1/6), mengatakan, sosialisasi dan pemasangan baliho ini sebagai wujud nyata mendukung apa yang telah diimbau Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS).

Bupati SBS dalam setiap kesempatan mengajak warga untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah masing masing.

Untuk itu, kata Johanes, aparat desa turun ke dusun-dusun melakukan sosialisasi secara periodik dalam jumlah terbatas.

"Kita turun ke lapangan memasang baliho pada 10 dusun di Desa Wehali. Pemasangan Baliho telah dibagikan pemerintah desa di setiap dusun, yakni Dusun Laran A, Laran B, Dusun Misi, DusUn Wemalae A, Wemalae B, Dusun Pasar Baru A, Pasar Baru B, Dusun Bakateu A, Bakateu B, dan Pasar lama," katanya.

Menurut Johanes, pemasangan baliho ini dimaksudkan agar masyarakat di tiap dusun mengetahui informasi Covid-19 dan cara pencegahannya.

Artinya, agar warga bisa baca dan melaksanakan apa yang telah diatur ini di setiap rumah tangga masing-masing.

Sekdes Wehali, Roni Seran, menambahkan, dalam waktu dekat akan diterapkan New Normal. Ada beberapa kabupaten di NTT termasuk Malaka yang masih masuk zona hijau bisa menerapkan New Normal.

"Pengertian New Normal bukan berarti virus corona sudah hilang. Jadi, warga perlu memahami bahwa virus itu masih tetap ada. Kegiatan yang dilakukan warga tetap mengikuti protokoler kesehatan seperti tetap gunakan masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan dilarang berkumpul dalam jumlah massa," tambah Roni. *

Penulis: Edy Hayong
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved