News

Jika Miliki Bukti-bukti Pungli BLT Dana Desa, Agustinus Nahak: Silakan Warga Lapor ke Polisi

Agustinus Nahak, mempersilakan warga setempat melapor ke polisi jika memiliki bukti dugaan pungutan liar (pungli) Bantuan Langsung Tunai (BLT)-DD

ILUSTRASI
Ilustrasi Pungli 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edy Hayong

POS KUPANG, COM, BETUN - Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak, mempersilakan warga setempat melapor ke polisi jika memiliki bukti dugaan pungutan liar (pungli) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

"Tahapan pelaksanaan pembagian BLT-DD saat ini mulai terlaksana di desa-desa. Ada yang pembagian non tunai, adapula yang tunai. Pembagian BLT itu tak boleh ada potongan oleh siapapun. Apabila warga memiliki bukti ada oknum di tingkat desa yang memotong dana itu, segera buatkan laporan ke polisi," ujar Agustinus di ruang kerjanya, Selasa (2/6).

Agustinus menjelaskan, untuk sampai pada tahap pencairan dana kepada penerima yang berhak menerima, melalui proses dengan mengikuti aturan yang sudah disampaikan ke perangkat di desa.

Penentuan keluarga yang berhak tersebut, diakuinya, melalui musyawarah desa, ikut terlibat di dalamnya tim relawan. Seluruh data yang berhak menerima dibicarakan bersama, termasuk BPD, sebelum ditetapkan melalui keputusan kepala desa.

"Saat ini sudah masuk dalam proses pencairan baik menggunakan pola non tunai maupun tunai. Kebanyakan menggunakan tunai di mana dibagikan di kantor desa didampingi aparat keamanan dari kabupaten," jelas mantan staf Inspektorat Pemkab Belu ini.

Dikatakannya, pemberian dana bantuan itu harus berdasar pada apa yang tertulis dalam keputusan kepala desa itu. Di luar dari itu, warga mengajukan keberatan ke inspektorat kabupaten.

"Harapan kita kalau bisa prioritas janda, duda, lansia yang tidak bisa bekerja lagi. Kalau yang muda-muda bisa ikut padat karya tunai atau bansos," ujarnya.

Ketika ditanya soal ada desa di Kecamatan Weliman diduga terjadi pemotongan dana Rp 50.000, Agustinus menegaskan, tidak ada pemotongan apapun.

"Kalau ada warga yang punya bukti, silakan buat laporan tertulis kepada polisi. Tidak boleh ada pemotongan. Kami akan segera mencaritahu ini. Jangan kan potong, orang kasih sebagai uang terima kasih saja tidak boleh," tegasnya. *

Penulis: Edy Hayong
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved