Warga Turamuri Masuk RSUD, Regina: Saya Kaget!

Ibu kandung dari Maria Tea, Regina Menge (52) mengaku kaget karena mendengar sang anak sudah dilarikan ke RSUD Bajawa

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Warga Turamuri yang diduga terkena gas belerang Maria Tea (23) dirawat di RSUD Bajawa Kabupaten Ngada, Senin (1/6/2020). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Ibu kandung dari Maria Tea, Regina Menge (52) mengaku kaget karena mendengar sang anak sudah dilarikan ke RSUD Bajawa. Maria Tea (23) dilarikan ke RSUD Bajawa karena diduga terkena racun gas belerang atau gas karbon monoksida.

"Saya tidak tahu. Saya di Soa mereka di Turamuri. Kejadiannya hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020 sore. Saya kaget itu saat keluarga kasitau pada hari Minggu 31 Mei 2020. Saya kaget sekali mereka sudah di Rumah Sakit," ungkap Regina saat dijumpai POS-KUPANG.COM, Selasa (2/6/2020).

Ia mengatakan ketika mendengar informasi dari keluarga di Turamuri, dirinya langsung bergegas menuju ke Turamuri setelah itu langsung ke RSUD Bajawa.

Kehadiran HTI Jadi Tamparan Keras Bagi Pemerintah dan Penegak Hukum di NTT

"Saat kejadian saya sedang di Soa. Minggu pagi jam 07.00 Wita baru saya tau," ungkapnya.

Sementara keluarga lainnya, Kristo Ceme (29) mengatakan keluarga sangat terpukul karena tiga orang sudah meninggal dunia.

"Maria belum bisa bicara. Dia tulis dikertas saja soal keluhan dia. Sia masih ada rasa pusing, pendengaran kurang, rasa mual-mual," ungkapnya.

Kajati Dr Yulianto Tiba di Kantor Kejati NTT

Ia mengatakan sampai saat ini kondisi pasien yang dirawat sudah membaik dan sudah bisa makan.

Anak dari Yosep Nono, Emanuel Ria (23) mengatakan kaget karena tidak pernah menyangka ada kejadian itu.

Emanuel tidak berada di Turamuri, dirinya sedang berada di Kecamatan Bajawa.

Emanuel mengatakan dirinya merasa ada hal aneh saat kejadian. "Siang hari Sabtu saya pusing dan lemas dan berhenti kerja. Saya pulang dan saya cape. Malam juga tidak ada tanda-tanda dan pagi minggu (31/5/2020) baru tau. Saya kaget sekali," ungkapnya.

Emanuel mengatakan keluarga sangat sedih saat mendengar kabar tersebut.

"Saya jaga bapak di RSUD sekarang. Keadaanya sudah membaik," ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur karena kondisi sang bapak sudah membaik.

"Kalau bapak memang hanya lemas saja. Bicara sangat lancar, sekarang sudah bisa makan," jelasnya.

Dua Pasien Sudah Membaik

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved