Anggaran Penanganan Covid-19 NTT, Gugus Tugas : Terpenting Kita Asesmen dengan Baik

Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran penanganan Covid-19 Provinsi NTT.

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof WZ Johannes Kupang yang menjadi pusat pemeriksaan sampel swab pasien Covid-19 seluruh NTT. 

Anggaran Penanganan Covid-19 NTT, Gugus Tugas : Terpenting Kita Asesmen dengan Baik 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran penanganan Covid-19 Provinsi NTT. Dari angka Rp 223 Miliar, pemerintah provinsi telah meningkatkan anggaran menjadi Rp 810 miliar. 

Dari besaran angka tersebut,  sebanyak Rp 600 miliar dialokasikan untuk Pemberdayaan ekonomi, sebanyak Rp 105 miliar untuk jaring pengaman sosial dan sisanya, Rp 100 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19

Terhadap anggaran tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT menegaskan akan tetap menggunakannya sebagaimana perencanaan sebelumnya. Hal tersebut baik untuk anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi maupun APBD kabupaten/kota. 

"Untuk anggaran, kita tetap gunakan anggaran seperti perencanaan sebelumnya, anggaran yang ada, baik itu APBD Provinsi maupun APBD Kota/Kabupaten," ujar Sekretaris 1 Gugus Tugas Covid-19 NTT drg Dominikus Minggu Mere saat ditanya wartawan terkait penggunaan anggaran untuk menjelang pemberlakuan Normal Baru pada Senin (1/6/2020) sore. 

"Yang paling penting kita harus lakukan asesmen dengan baik, prinsipnya harus antisipatif," tegas Minggu Mere. 

Pemberlakuan New Normal atau Normal Baru di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tinggal menghitung hari. Sesuai dengan keputusan Pemerintah Provinsi, Normal Baru akan diberlakukan secara resmi pada 15 Juni 2020. 

Sebelumnya diberitakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT menilai realokasi dan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar 35 % atau senilai Rp 810 Milyar untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 masih ‘mengambang’. Selain itu,  tidak jelas peruntukannya dan tidak didukung oleh data-data yang akurat.

Demikian dikatakan Anggota DPRD NTT, Patris Lali Wolo kepada wartawan saat dimintai tanggapannya terkait realokasi dan refocusing APBD NTT TA 2020 untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di NTT, Minggu (17/5/2020).

Patris menjelaskan, realokasi dan refocussing anggaran tersebut didukung oleh DPRD NTT karena selain merupakan instruksi Pemerintah Pusat, juga untuk penanganan bencana kemanusiaan tersebut.

Namun demikian, saat rapat paripurna di DPRD NTT membahas hal tersebut, Pemprov tidak dapat menjawab secara baik tentang rincian kegiatan dan besaran dana yang dialokasikan untuk kegiatan. 

“Namun saat menjawab pertanyaan saya dalam teleconferensi rapat paripurna DPRD NTT pada Rabu (14/5/20) tentang rincian kegiatan dan besaran dana yang dialokasikan untuk setiap kegiatan, Pemprov tidak dapat menjawabnya secara baik, bahkan terkesan ‘mengambang’.  Padahal harusnya sudah di-break down atau dijabarkan dalam rincian kegiatan dan alokasi anggaran. Masyarakat kita saat ini harus segera dibantu. Jadi dana Rp 810 M tersebut harus segera digunakan untuk menolong masyarakat kita. Kalau konsepnya masih ‘mengambang’ kapan baru dapat dilaksanakan?” tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved