Ini Kisah Paling Viral, Ahok Bercerita Saat Dipanggil Erick Tohir Untuk Bersihkan Pertamina

Pertamina harusnya mendulang keuntungan dua kali lipat dari capaian saat ini. Sebab, perusahaan minyak di negeri tetangga saja, Petronas, luar biasa.

Editor: Frans Krowin
instagram@basukibtp
Ahok BTP singgung soal Pengalaman dikhianati 

Ini Kisah Paling Viral, Ahok Bercerita Saat Dipanggil Erick Tohir Untuk Bersihkan Pertamina

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Bukan Ahok namanya kalau tidak dalam kisah fenomenal tentang upayanya memberantas praktik penyimpangan dalam tubuh pemerintahan.

Demikian juga soal kisah yang masih viral di dunia maya tentang cerita Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama atau BTP saat dirinya ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Cerita itu disampaikan Ahok dalam acara peluncuran buku terbarunya berjudul "Panggil Saya BTP" di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Kisah itu bermula saat Menteri Badan Usaha Milik Negara, BUMN, Erick Thohir memanggil Ahok ke kantornya pada 13 November 2020.

Saat itu, Ahok bertanya kepada Erick, "Ini buat Umega atau pengen bersihin Pertamina?"

"Umega itu usaha menambah gaji," kata Ahok, sembari tertawa kecil.

Lalu, Erick pun mengatakan kepada Ahok bahwa pemerintah ingin "membersihkan" Pertamina.

Kepincut Rayuan Abang Tukang Bakso, Siswi Cantik Klepek-Klepek Lalu Disetubuhi Hingga Digrebek Warga

Sosialisasi Pencegahan Virus Corona, Pemdes Wehali Turun dari Dusun ke Dusun

Kondisi Terbaru Saiful Jamil di Lapas Cipinang Diungkap Irma Darmawangsa, Dukungan Mengalir

Dari informasi yang Ia terima dari Erick, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut bahwa saat ini defisit anggaran masih tinggi.

Selain itu, kata Ahok, Pertamina harusnya bisa mendulang keuntungan dua kali lipat dari capaian saat ini. Sebab, perusahaan minyak di negeri tetangga saja, Petronas, sudah untung 500 kali lipat dari Pertamina.

Ahok mengakui, ada masalah saat ini pada sistem di Pertamina. Menurut dia, sistem itu membuat orang baik yang ada di Pertamina pun memilih untuk mundur karena tidak mau berurusan dan ribut dengan orang lain. "Atau ikut tergoda, ikut main," kata Ahok.

Sebaliknya, Ahok menyebut dirinya akan menabrak sesuatu yang tidak benar di Pertamina. "Gak mungkin mundur juga, gak ada takut lalu mundur," ujar Ahok, disambut tepuk tangan peserta acara.

Inilah, menurut Ahok, yang menjadi alasan pemerintah menunjuk dirinya sebagai komisaris. 25 November 2019, Ahok pun menerima Surat Keputusan (SK) menjadi komisaris Pertamina.

Kepada Menteri BUMN, Erick Tohir, Ahok mengatakan, "Saya bilang saya lebih suka jadi komisaris utama, asal dirut-nya nurut," ujar Ahok.

Sementara itu, secara terpisah, Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi langkah PT Pertamina (Persero) yang dinilainya kini semakin transparan.

Transparansi pada perusahaan ini baru muncul tersebut, saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipercayakan sebagai Komisaris Utama pada Perusahaan Plat Merah tersebut.

"Ya saya rasa kan bagian dari profesionalisme dan transparan apa yang dilakukan Pertamina, komisaris direksi," kata Erick.

Erick mengatakan, langkah transparansi Pertamina itu merupakan hal yang positif. Sebab, kata Erick, publik bisa ikut memantau dan mengawasi Pertamina. Ia pun mengharapkan BUMN lain mengikuti langkah Pertamina.

"Bagaimana semua publik bisa memantau itu hal yang positif itu yang kita harapkan dan itu kita minta di semua BUMN," jelasnya.

Sebagai informasi, mulai sekarang masyarakat bisa ikut memantau langsung data impor bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. Masyarakat bisa memantau melalui laman resmi perseroan di www.pertamina.com.

Informasi tersebut dibagikan oleh Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok melalui akun resmi Twitter-nya @basuki_btp. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved