Salam Pos Kupang

NTT Menuju New Normal

SEJAK Maret 2020 Indonesia dan NTT dinyatakan positif pandemi Covid-19. Sejak itu juga pemerintah baik pusat memberlakukan PSBB

NTT Menuju New Normal
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SEJAK Maret 2020 Indonesia dan NTT dinyatakan positif pandemi Covid-19. Sejak itu juga pemerintah baik pusat maupun daerah-daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Kantor pemerintah dan sekolah diliburkan, mal, toko, pabrik, cafe, restoran dan lain- lain tempat usaha ditutup, bahkan angkutan udara dan laut pun ditutup untuk penumpang umum, tapi hanya pengangkutan logistik dan urusan-urusan urgen pemerintahan. Aparatur Sipil Negara ( ASN) bekerja dari rumah dan anak sekolah pun belajar di rumah melalui daring.

Kapolres dan Dandim Sikka Pantau Pemberlakuan New Normal di Pasar Alok

PSBB jelas melumpuhkan ekonomi masyarakat. Untungnya bank dan pasar tradisional masih dibuka sehingga peredaran uang masih bisa berjalan.

Beberapa waktu lalu, Presiden RI, Joko Widodo mengumumkan Indonesia akan memasuki New Normal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19.

Aurel Hermansyah Sindir Krisdayanti di Sosmed hingga Buat Raul Lemos Geram, Psikolog Beri Komentar

Seperti gayung bersambut, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat setelah rapat virtual bersama Forkopimda dan para bupati/wali kota se- Provinsi NTT, Selasa (26/5), menyepakati tanggal 15 Juni, NTT menuju New Normal. Ini berlaku bagi daerah zona merah, sedangkan daerah zona hijau bisa langsung membuka kembali aktivitas secara normal sebelum 15 Juni, sedangkan kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai SD -SMA baru akan dibuka Juli mengikuti tahun ajaran baru.

Dengan diberlakukan New Normal disaat pasien positif Covid-19 terus bertambah menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat harus bersiap-siap menyambut fase new normal di tengah pandemi virus corona yang terus menginfeksi jutaan orang di dunia, Indonesia dan NTT yang keadaan Kamis (28/5) tercatat 90 orang positif.

Pemerintah, stakeholder serta masyarakat perlu mempersiapkan secara baik menuju fase New Normal. Gubernur Viktor Laiskodat dalam pernyataannya, lebih takut rakyatnya mati kelaparan daripada virus Corona. Gubernur telah menyatakan 'perang' melawan Corona demi bangkitnya ekonomi NTT yang kian redup menyusul PSBB.

Gubernur NTT dalam arahannya mengingatkan seluruh kepala daerah agar fokus pada pemulihan ekonomi dengan menjalankan program-program pemberdayaan. Desain kerja tahun 2021 harus segera dilakukan dengan program yang tepat arah atau tepat sasaran.

Bagi daerah yang masih menutup akses jalan agar segera dibuka sehingga perekonomian bisa berjalan kembali, mobilisasi manusia dan barang kembali normal yang tentunya tetap menaati protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19.

Para Bupati/Walikota di NTT harus bersiap-siap dengan kebijakan New Normal yakni melakukan aktivitas kembali dengan normal dengan tetap displin menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari seperti menjaga jarak sosial, mengurangi kontak fisik dengan orang lain, pembatasan jumlah kerumuman, wajib memakai masker, mencuci tangan dengan teratur, melakukan screening suhu tubuh dan menjaga imunitas.

Kita khawatir dengan New Normal bakal terjadi lonjakan pasien positif Covid-19. Namun kita yakin, jika masyarakat mematuhi prokol kesehatan, kekhawatiran ini tidak akan terjadi. Untuk itu, pemerintah harus tetap mengawasi pola hidup dan tingkahlaku masyarakat NTT yang kurang disiplin.

Selama PSBB saja, masyarakat masih hilir mudik seperti terlihat di Kota Kupang, apalagi New Normal, semua aktivitas sudah dibuka.

Namun kita berharap New Normal tersebut tidak mengabaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai rujukan pasien Covid-19. Tenaga medis, APD, obatan-obatan, harus tetap stand by. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved