Ruslan Buton Buat Surat Terbuka, Minta Presiden Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Covid-19

Ruslan Buton yang disebut-sebut sebagai Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara, menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, minta mundur.

tribunnews.com/takawanews.com
Aparat keamanan dari unsur TNI/Polti, ketika menjemput Ruslan Buton di kediamannya. 

Ruslan Buton Buat Surat Terbuka, Minta Presiden Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Covid-19

POS-KUPANG.COM -- Di tengah kerja keras Presiden Jokowi untuk bersama rakyat menerapkan tatanan baru atau new normal menghadapi pandemi Covid-19, tiba-tiba muncul hal yang mengejutkan

Ruslan Buton yang disebut-sebut sebagai Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara, menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Salah satu poin dari surat terbuka itu, adalah meminta orang nomor satu di Indonesia ini, agar mundur dari tahta kepresidenan.

Surat terbuka tersebut sontak menuai reaksi beragam dari sejumlah kalangan.

Presiden China Perintahkan Dua Kapal Induk Siaga Perang di LCS, Kapal AS BT Terus Manuver

Bila Anda Hendak ke Bali, Jangan Lupa Bawa Surat Keterangan Negatif Covid-19 Hasil Swab

Seperti di India, Polisi di Ambon Pukul Pantat Pakai Rotan Bagi Warga Tak Pakai Masker

Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan yang juga Direktur Eksekutif CISS, Center of Intelligence and Strategic Studies, Ngasiman Djoyonegoro, menilai surat terbuka Ruslan Buton tersebut tak hanya bersifat politis, tetapi juga menimbulkan kegaduhan yang sangat tidak elok di tengah situasi pandemi virus corona atau Covid-19.

"Ya tentu sangat politis. Dan sangat tidak elok di tengah bangsa Indonesia sedang mengalami musibah corona," kata Ngasiman Djoyonegoro kepada Tribunnews.com, Jumat (22/5/2020) lalu.

Pria yang akrab disapa Simon itu menambahkan bahwa surat terbuka Ruslan Buton kepada Presiden Jokowi sangat politis karena dari awal Ruslan Buton di Pilpres 2019 berseberangan dengan Jokowi.

"Kan di Pilpres 2019 kemarin ia pendukung 02, jadi tak menuntut kemungkinan memang ada skenario-skenario tertentu untuk menciptakan ketidak-stabilan keamanan nasional," tambahnya.

Simon berharap kepada aparat keamanan untuk tetap siaga dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Halaman
1234
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved