Refly Harun Ngaku Gajinya Hanya 25Juta Saat Jadi Stafsusi,Sindir Ali Ngabalin yangBisa Ratusan Juta
Pengamat politik yang juga pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengakui pernah menduduki jabatan di BUMN dan pemerintahan
Refly Harun Ngaku Gajinya Hanya 25 Juta Saat Jadi Stafsus Menteri, Sindir Ali Ngabalin yang Bisa Ratusan Juta
POS KUPANG.COM -- Jabatan mentereng di pemerintahan dan pejabatn BUMN sudah cukup bikin makmur, apalagi ada orang-orang tertentu yang merangkap jabatan di pemerintahan dan BUMN
Pengamat politik yang juga pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengakui pernah menduduki jabatan di BUMN dan pemerintahan
Gajianya juga lumayan besar, namun menurutnya ada yang lebih besar lagi apalagi merangkap jabatan dipemeritahan dan BUMN yang bisa mencapai ratusan juta
Dia Refly Harun menyebutkan gaji Staf Khusus Tenaga Ahli Kepresidenan Ali Ngabalin yang merangkap jabatan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Refly Harun, banyak pejabat era Jokowi yang merangkap jabatan di pemerintahan dan sejumlah perusahaan BUMN
• Sosok Ernie, Tante Pemersatu Bangsa, Tetap Seksi di Usia 50 Tahun, Suami Bukan Orang Sembarangan
• Relah Pindah Agama Demi Jadi Mantu Presiden, Penampilan Selvi Ananda Curi Perhatian Saat Lebaran
• Tanda-Tanda Perang Besar di Tengah Pendemi Corona ,China Siaga Tempur, Amerika Siapkan Nuklir
Dilansir TribunWow.com, Refly Harun yang pernah merangkap jabatan beberapa hari itu pun mengungkap gaji dan fasilitas yang diperolehnya selama menjabat.
Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Refly Harun, Kamis (28/5/2020).
Pada kesempatan itu, mulanya Refly mengungkap gaji dan fasilitas yang diperolehnya saat menjadi staf khusus menteri sekretaris negara.
"Waktu saya menjadi staf khusus menteri sekretaris negara selama empat bulan saja, waktu itu penghasilan saya, gaji tunjangan dan lain sebagainya 25 juta (rupiah) per bulan."
"Mendapatkan mobil dinas sekelas Camry atau Nissan Teana, lalu kemudian juga rumah dinas waktu itu."
Setelah menjabat di istana, Refly lantas dipercaya menjadi komisaris utama Jasa Marga.
Namun karena menginginkan kebebasan, Refly akhirnya mengundurkan diri dari jabatan yang diperolehnya.
"Tapi karena tidak merasa cocok dengan diangkat menjadi komisaris utama kemudian juga ingin lebih kebebasan, saya resmi mengundurkan diri," ucap Refly.

Meskipun begitu, ia tak memungkiri gaji pejabat di BUMN bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Terkait hal itu, Refly lantas menyinggung rangkap jabatan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.