Pilkada 2020 Sumba Timur, KPU Segera Aktifkan Panitia Ad Hoc
KPU Sumba Timur berencana sesegera untuk mengaktifkan kembali panitia ad hoc, yakni PPK dan PPS. Upaya ini ditempuh dalam rangka mempersiapkan jika
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/WAINGAPU - KPU Sumba Timur berencana sesegera untuk mengaktifkan kembali panitia ad hoc, yakni PPK dan PPS. Upaya ini ditempuh dalam rangka mempersiapkan jika tahapan Pilkada akan dilanjutkan lagi.
Hal ini disampaikan Ketua KPU Sumba Timur, Oktavianus Landi saat ditemui di kantornya, Jumat (29/5/2020).
Menurut Oktavianus, apabila tahapan Pilkada kembali normal yang akan dimulai lagi pada tanggal 15 Juni 2020, maka KPU Sumba Timur siap untuk melanjutkan tahapan.
"Tapi kegiatan awal yang akan kami lakukan adalah mengaktifkan kembali panitia ad hoc, yakni PPK dan PPS. Saat ini kami lagi persiapkan proses pengaktifan itu," kata Oktavianus.
Dia menjelaskan, panitia ad hoc sudah dibentuk beberapa waktu lalu, namun adanya pandemi Covid-19 ini, tahapan Pilkada juga mengalami penundaan sehingga KPU sempat menonaktifkan panitia ad hoc.
"Dalam proses mengaktifkan,kami akan verifikasi lagi, apakah panitia ad hoc itu masih memenuhi syarat atau tidak lagi. Contohnya, apakah yang bersangkutan masih bersedia atau tidak lagi, atau mungkin sudah pindah domisili dan sebagainya," jelas Oktavianus.
Dikatakan, sety pengaktifan, maka pihaknya segera berkoordinasi dengan semua jajaran atau jaringan di bawah agar mempersiapkan personel untuk mulai bekerja.
"Kami juga selain proses pengaktifan panitia ad hoc, pihaknya juga mempersiapkan perekrutan petugas pemutahiran data pemilih. Tentu semua proses akan berbeda dengan kondisi sebelumnya. Kita akan lakukan semua kegiatan dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.
Dia juga mengakui, akan melakukan sosialisasi tentang tahapan pilkada dan juga mekanisme, yang mana dominan akan dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring).
"Kita persiapkan semua sejak awal, termasuk pelaksanaan tahapan secara online melalui media sosial. Kita akan sosialisasi ini kepada partai politik dan juga peserta pilkada," ujarnya.
Area lampiran