Corona NTT

Direktur PADMA Indonesia Gabriel Goa Pertanyakan Data Imigran Asal NTT yang Diumumkan Pemprov NTT

Gabriel Goa mempertanyakan data mengenai jumlah imigran asal NTT yang akan masuk NTT mulai minggu ini hingga pertengahan Juni 2020.

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
ISTIMEWA
Gabriel Goa, Direktur Lembaga Hukum dan HAM PADMA Indonesia. 

Direktur PADMA Indonesia Gabriel Goa pertanyakan data imigran asal NTT yang diumumkan Pemprov NTT

POS-KUPANG.COM - Direktur Lembaga Hukum dan HAM PADMA ( Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian ) Indonesia, Gabriel Goa mempertanyakan data mengenai jumlah imigran asal NTT yang akan masuk NTT mulai minggu ini hingga pertengahan Juni 2020.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, untuk mengelaborasi situasi dan kondisi terkini di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) di tengah pandemi Covid-19, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual bersama para Bupati dan Walikota, Selasa (26/5/2020).

Setelah melalui arahan, diskusi dan pendapat dari Gubernur NTT, 21 Bupati dan Walikota Kupang, disepakati empat poin penting yang menjadi kesepakatan Rakor Gubernur dengan para Bupati dan Wali Kota untuk ditindaklanjuti dalam kebijakan dan implementasi di masing-masing daerah.

Berikut empat poin kesepakat tersebut, yaitu: 

Pertama, semua jenjang pendidikan SD - SMA di seluruh NTT tetap Belajar dari Rumah. KBM di Sekolah baru akan dimulai bulan Juli 2020.

Kedua, aktivitas Pemerintahan di NTT baru akan dibuka 15 Juni 2020. Sedangkan bagi daerah yang Zona Hijau dipersilakan beraktivitas tanpa harus menunggu 15 Juni 2020.

Ketiga, semua daerah harus siap menerima kedatangan 5.000-an Pekerja Migran Indonesia ( PMI) asal NTT yang akan masuk mulai minggu ini hingga pertengahan Juni 2020. Pemerintah daerah Wajib menyiapkan lokasi / tempat untuk karantina selama 14 hari.

Keempat, daerah yang melakukan penutupan arus keluar dan masuk bagi orang dan barang agar segera dibuka kembali. Tidak boleh lagi terjadi aksi pemblokiran di kawasan perbatasan antardua wilayah (Sumber: Biro Humas Pemprov NTT).

Tanggapan PADMA Indonesia

Direktur PADMA Indonesia Gabriel Goa SH dalam rilisnya kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 27 Mei 2020, menyampaikan tanggapannya atas kesepakatan rakor virtual Gubernur NTT dengan bupati / wali kota tersebut.

Gabriel Goa mengatakan, terkait kebijakan daerah perlu disesuaikan dengan Kebijakan Nasional dan Internasional yakni taat pada Protokol Kesehatan termasuk daerah Zona Hijau!

Pertama, terkait kesepakatan point pertama Pemprov dan Pemkab/Pemkot se - NTT sangat setuju bahwa sekolah dan kuliah sementara dari rumah saja dengan tetap meminta pihak sekolah dan kampus proaktif membantu pelajar dan mahasiswa belajar dari rumah, baik secara virtual maupun jemput bola terutama di desa-desa yang belum ada akses internet!

Kedua, aktivitas pemerintahan zona hijau agar tetap beraktivitas patut diingatkan serius adalah wajib mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, sediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta disinfektan serta jaga jarak. Jika tidak ditaati maka zona hijau pun akan menjadi zona merah!

Ketiga, apresiasi atensi Pemprov NTT dan Kabupaten/Kota untuk peduli PMI asal NTT baik prosedural maupun non prosedural, tapi perlu dipertanyakan akurasi data-datanya, 5000-an PMI berasal data mana, terus yang balik ke NTT sebelum akhir Mei dan Juni 2020 apakah sudah didata?

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved