News

Sedih Nyawa Bayi Ini Harus Melayang dalam Kandungan Ibunya karena Warga Tutup Jalan Ini Kronologinya

Ambulans yang membawa Marselina tertahan sekitar 1 jam lebih. Setelah negosiasi akhirnya warga mengizinkan ambulans melintas.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
ISTIMEWA
Penutupan jalan Maumere-Larantuka di Desa Hikong, Kecamatan Talibura 

Sekertaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Ferdinandus Lepe menjelaskan, penutupan jalan oleh Kepala Desa Hikong dan warga karena kecewa dengan petugas Gugus Tugas Covid-19 Flores Timur yang bertugas di perbatasan.

Petugas menyebutkan warga Hikong dan masyarakat Kabupaten Sikka pembawa virus sehingga mereka tidak dizinkan masuk wilayah Boru. Warga dizinkan apabila menunjukkan hasil rapid test bebas Corona.

Menurut Ferdi, penutupan jalan dilakukan Sabtu pukul 14.00 Wita. Pada saat pengerjaan penutupan jalan, ada salah satu mobil ambulans yang muat pasien kecelakaan patah tulang dari Flores Timur menuju Sikka diizinkan lewat oleh warga Desa Hikong.

Dua jam kemudian, kendaraan dari arah Flores Timur dan Sikka sudah penuh dengan atrean panjang di wilayah Desa Hikong.

Tiba-tiba ada salah satu mobil ambulans dari arah Flores Timur masuk di wilayah Desa Hikong.

"Ada dua bidan yang datang memberitahukan kepada petugas saya bahwa ada mobil ambulans yang muat pasien harus dirujuk ke Sikka.  Mendengar informasi itu, saya perintahkan Kades Hikong dan warganya segera membongkar portal jalan itu agar mobil ambulans bisa lewat," ujar Ferdi.

Setelah itu, Ferdi memerintahkan para petugas untuk mengatur lalu lintas agar mobil ambulans yang muat ibu hamil bisa lewat.

Ferdi mengatakan, saat ini akses jalan telah dibuka setelah Bupati Flores Timur dan Bupati Sikka berkoordinasi. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved