Salam Pos Kupang

Menekan Ego Ummat

BARU. Berbeda. Seperti ada sesuatu yang hilang. Itulah yang dirasakan umat Muslim dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini

Menekan Ego Ummat
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - BARU. Berbeda. Seperti ada sesuatu yang hilang. Itulah yang dirasakan umat Muslim dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini. Termasuk di Nusa Terindah Toleransi. Pandemi Covid-19 memang benar-benar telah menguji kesabaran.

Di satu sisi mungkin juga amat menguji keimanan. Ujian kesabaran itu sudah terlihat sejak awal Ramadhan. Ummat diminta untuk tidak menunaikan Sholat Tarawih berjamaah di masjid. Sebuah kemewahan yang tidak terlihat di bulan-bulan lainnya sepanjang tahun.

Penyelesaian Klaim Kepemilikan Besipae

Termasuk Sholat Fardhu dan ibadah Sholat 5 Waktu. Dari Masjidil haram hingga masjid-masjid di Nusantara. Semua tiada. Semua menahan diri. Menekan ego. Mencoba mengalah untuk menekan penyebaran Corona.

Ibadah pun layaknya Work From Home (WFH). Ritual menghadap Sang Pencipta Semesta, pindah ke rumah masing-masing. Para kepala keluarga, benar-benar menjadi imam. Tak semata harfiah, namun imam sesungguhnya untuk anak dan istri dalam setiap tunai sholat.

Hari Ini Empat Pulau di NTT Berpotensi Angin Kencang

Termasuk Sholat Idul Fitri. Sebuah pengalaman baru. Suasana baru. Berubah kah makna Idul Fitri? Tentu saja tidak. Sebab Idul Fitri sejatinya adalah kembali suci. Suci dari segala dosa setelah dicuci bersih selama Puasa Ramadhan, bulan yang notabene penuh rahmat, ampunan, dan membebaskan dari api neraka.

Kita juga masih bisa saling maaf memaafkan. Bersilaturahmi dengan kerabat dan sahabat. Sebagian tentu tidak saling bertatap muka. Tapi memilih pertemuan virtual untuk pelipur rindu orang tercinta.
Potret Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, adalah bentuk kesungguhan solidaritas kita sebagai ummat manusia, untuk bersama-sama saling menjaga, melindungi satu sama lain. Bukankah saat melindungi diri sendiri, sesungguhnya kita sudah melindungi orang lain.

Sebab hidup tak semata hablum minnallaah, namun juga hablum Minnannaas. Pesan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat seolah menjadi cermin. "Pandemi virus corona, bukan sesuatu yang menakutkan tetapi kesempatan berahmat untuk melakukan segala sesuatu dengan kasih demi kesejahteraan hidup bersama," kata Uskup Mgr Siprianus.

Menurutnya pandemi virus corona yang tengah merebak di wilayah kita adalah peluang istimewa untuk memperkokoh jembatan persahabatan dan persaudaraan, yang merupakan landasan bagi kesejahteraan seluruh ummat manusia.

Pada akhirnya, sebagai ummat kita hanya punya kuasa berikhtiar sungguh-sungguh, istiqomah. Sisanya bertawakal, berserah pada Allah SWT. Mengatupkan kedua tangan, berdoa sebagai hamba, semoga Corona segera hilang dari muka bumi.

Di sisi lain, Idul Fitri yang juga dimaknai sebagai Hari Kemenangan karena kita berhasil mengekang hawa nafsu duniawi, semestinya melandasi setiap gerak-gerik, sendi-sendi kehidupan sehari-hari.
Tidak saja sebagai individu, namun juga sebagai ummat beragama, yang berbangsa dan bernegara. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum. Wallahu a'lam bi-alshawab. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved