Di Hadapan Kadis Sosial TTS, Yat Akui Ambil Uang PKH untuk Biaya Istri Berobat Pasca Keguguran

Pendamping PKH di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Yat Taopan, Selasa (26/5/2020) menghadap Kadis Sosial Kabupaten TTS, Nikson Nomleni

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Yat Taopan, Pendamping PKH Desa Kolbano sedang berfoto bersama Kadis Sosial, Nikson Nomleni dan koordinator PKH tingkat kecamatan Kolbano dan Kabupaten TTS pasca klarifikasi yang berlangsung di ruang kerja Kadis Sosial. 

POS-KUPANG. COM | SOE - Pendamping PKH di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Yat Taopan, Selasa (26/5/2020) menghadap Kadis Sosial Kabupaten TTS, Nikson Nomleni guna memberikan klarifikasi terkait informasi dirinya menilep uang penerima manfaat PKH.

Di hadapan Nikson, Yat tak nampik jika dirinya telah mengambil uang PKH hak Yusmina Abanat selama 1 tahun 3 bulan senilai 5,5 juta.

Uang tersebut dikatakan Yat digunakan untuk biaya sang istri yang harus dirujuk ke Kupang pasca mengalami keguguran pada Desember 2019 silam.

Virus Corona Mengintai, Petani di Malaka Tetap Turun ke Sawah

Ia mengaku, dirinya terpaksa mengambil uang PKH tersebut karena tidak memiliki biaya untuk membayar pengobatan kuret sang istri.

" Pak, saya sudah coba cari pinjaman ke beberapa orang tapi tidak dapat. Saya coba urus Jamkesda di Dinas Kesehatan tapi tidak bisa. Sementara istri saya harus dirujuk ke Kupang guna dilakukan kuret pasca mengalami keguguran. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi akhirnya saya terpaksa ambil uang PKH milik Yusmina yang sudah dua tahun merantau ke luar daerah," ungkap Yat kepada Kadis Nikson.

Masyarakat Perlu Memperoleh Edukasi Terkait Kartu Pra Kerja

Atas perbuatannya tersebut, Yat mengaku menyesal dan meminta maaf. Terkait tudingan lainnya yang menyebut dirinya suka meminta uang 10 ribu per penerima PKH setiap kali pencairan uang PKH, Yat membantah hal tersebut.

Dirinya mengaku, tuduhan tersebut tidak benar. " Kalau uang PKH Yusmina yang saya ambil itu betul pak, tapi kalau yang potong 10 ribu tiap penerima PKH itu tidak benar," ujarnya.

Atas perbuatan Yat tersebut dikatakan Kadis Nikson, pihaknya menjatuhkan sanksi surat peringatan pertama.

Selain itu, pihak Dinas Sosial juga akan berkoordinasi dengan koordinator PKH tingkat propinsi NTT terkait kasus Yat tersebut.

" Kita kasih sanksi surat peringatan untu yang bersangkutan. Kalau masih mengulangi lagi, kita ambil sikap tegas untuk memberhentikan yang bersangkutan," tegas Nikson.

Diberikan sebelumnya, pengaduan warga Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano terkait aksi nakal pendamping PKH Desa Kolbano, Yat Taopan kepada Maksi Lian, Anggota DPRD Kabupaten TTS Berbuah manis.

Uang PKH senilai 10 juta lebih milik Yusmina Abanat akhirnya dikembali Yat pasca kasus tersebut terkuak ke media.

Uang PKH jatah Yusmina sejak tahun 2019 ditilep (diambil) Yat secara diam-diam tanpa sepengetahuan Yusmina. Kepada Yusmina, Yat mengaku, jika Yusmina sudah tidak lagi menerima uang PKH.

Namun kartu ATM milik Yusmina sudah dikantongi Yat terlebih dahulu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved