Bupati Soliwoa: Verifikasi dan Validasi Data Penerima Bantuan Pemerintah Harus Valid

Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, meminta Pendamping Keluarga Harapan ( PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK) untuk jujur

POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana pertemuan bupati bersama Pendamping PKH di Aula Setda Ngada Kota Bajawa, Selasa (26/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, meminta Pendamping Keluarga Harapan ( PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK) untuk jujur melaksanakan pendataan terkait warga yang layak mendapatkan bantuan pemerintah.

Bupati Soliwoa mengatakan tugas pendamping PKH dan pendampingan lainnya adalah tugas kemanusiaan.

"Teman-teman ini adalah tugas kemanusiaan. Program pemerintah ini adalah membantu keluarga miskin. Program membantu keluarga miskin. Sehingga harus didiskusikan, sistem yang baik dan harus jujur," ungkap Bupati Soliwoa dihadapan puluhan Pendamping PKH dan TKSK di Aula Setda Ngada, Selasa (26/5/2020).

5 Ribu Tenaga Kerja Pulang, Gubernur NTT Minta Bupati dan Walikota Siapkan Tempat Karantina Khusus

Bupati Soliwoa mengatakan tentu kriteria untuk mendapatkan bantuan sudah sesuai dengan kriterie dari Kementerian terkait dan mesti harus mengikuti kriteria yang telah ditentukan.

"Saya kira teman-teman pendamping sudah memiliki kriteria yang telah ditentukan," ungkapnya.

Ambulans Tertahan di Sikka, Ibu Hamil Asal Larantuka Nyaris Tak Tertolong

Ia mengatakan pandemi Covid-19 ini banyak orang yang memiskinkan diri. Maka pendamping diminta agar teliti dan jeli melakukan pendataan.

"Dengan adanya Covid-19 ini banyak orang mengaku miskin. Sehingga kita mesti hati-hati. Harus verifikasi dan validasi data yang benar," ungkapnya.

Bupati Soliwoa meminta agar jujur untuk melaksanakan pendataan. Jangan sampai data tumpang tindi dan kacau. Maka diminta harus jujur.

"Saya tau kita lelah, capeh. Maka harus ada kejujuran untuk soal data ini. Menjaring data, mengambil data terkait dampak Covid-19," ungkapnya.

Ia menyatakan ada beberapa pengalaman dibeberapa tempat masih menggunakan data lama. Sehingga kadang kacau. Misalkan ada warga penerima yang sudah meninggal dunia dan namanya masih ada.

Hal ini perlu diperhatikan dengan baik. Selain itu harus mencermat betul soal warga yang sudah pindah. Jangan sampai warga di tempat tersebut terima bantuanya di tempat lain.

"Ini pengalaman, ada orang sudah tidak ada, tapi masih ada nama. Ada yang sudah pindah tapi masih ada nama. Itu data-data yang kita temukan. Saya mohon data-data diinternal kita, dengan data yang ada ini kita verifikasi sekali validasi datanya," ungkapnya.

Ia mengatakan Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat melalui vicon sudah meminta agar 15 Juni aktivitas normal kembali atau the new normal. Namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Kehidupan kita normal kembali. tetap normal kembali, jaga jarak atau terapkan protokol kesehatan. Menjadi catatan kedepan, data ini harus dijadikan sumber data awal untuk program kedepan," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved