Senin, 13 April 2026

Bupati Djafar Pastikan Isolasi Numba Besar

DUSUN Numba Besar, Desa Raporendu, Kecamatan Nangapanda merupakan zona merah

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Bupati Ende, Drs Djafar Achmad 

POS-KUPANG.COM - DUSUN Numba Besar, Desa Raporendu, Kecamatan Nangapanda merupakan zona merah. Ada empat warga Dusun Numba Besar positif Corona, Klaster Gowa Sulawesi Selatan. Dengan demikian, Numba Besar sebagai penyumbang pasien Covid-19 terbanyak .

Saat ini Kabupaten Ende dengan 6 pasien positif Corona. Dua lainnya berasal dari Ende Selatan dan Ende Timur, berasal dari Klaster Magetan, Jawa Timur.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ende sedang gencar-gencarnya melakukan tracing di Dusun Numba Besar.

Nesimnasi Sebut Seleksi Kartu Pra Kerja Tidak Adil

Bupati Ende Djafar Achmad memastikan Gugus Tugas akan mengisolasi Dusun Numba. Saat ini tim sedang mempersiapkan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama isolasi.

Pos Kupang mendatangi Dusun Numba Besar, Senin (25/5). Kondisi dusun itu sepi, bak dusun tanpa penghuni. Tak ada warga yang beraktivitas di luar rumah. Hanya satu dua warga duduk di teras rumah. Jarak antarrumah warga sekitar tiga meter.

Lakukan Reses, Pius Daru Berikan Ribuan Masker dan Sembako di 3 Desa di Mabar

Kepala Desa Raporendu, Ode Madi Haris mengatakan, pasca ada pasien Covid-19, Dusun Numba Besa semakin sepi. "Yah, beginilah keadaannya. Hampir tidak ada manusia yang lewat di luar rumah," ujar Haris.

Ia menjelaskan, sebagian besar warga Dusun Numba Besar bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan. "Hanya dua orang saja yang pegawai negeri sipil," sebutnya.

Menurut Haris, di Dusun Numba Besar ada sekitar 50 rumah, berpenduduk 70 jiwa termasuk pasien Covid-19 dan delapan warga reaktif rapid tes yang saat ini sedang diisolasi di RSUD Ende dan menjalani karantina di Rumah Jabatan Bupati Ende.

"Jadi, baru-baru ini ada tracing, rapid tes termasuk saya juga. Tapi saya non reaktif makanya tetap di rumah."

Haris mengatakan, warga enggan keluar rumah, apalagi sampai ke luar dari dusun atau dari Desa Raporendu.

"Kalau keluar desa atau dusun, kami alami sendiri, orang takut dengan kami, misalnya ketemu di jalan, mereka bilang wah itu tuh yang dari Raporendu atau dari Numba," kata Haris.

Dampaknya, lanjut Haris, ekonomi terganggu. Warga tidak bisa pergi menjual ikan untuk mendapatkan uang, berbelanja dan keperluan lainnya.

"Siapa yang mau beli? Siapa yang berani dekat? Otomatis tidak bisa pergi jual ikan cari uang, beli beras, beli sayur," ucapnya.

Soal ekonomi, paling parah dirasakan oleh keluarga yang kepala keluarganya saat ini sedang karantina di Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Ende.

"Mereka ini kan tulang punggung keluarga, kalau mereka tidak ada anak istri susah," keluhnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved