Ibu Hamil Tujuh Bulan dan Yatim Piatu di Lewoleba Tak Dapat Bantuan Pemerintah

Warga RT10/004 Kelurahan Lewoleba Tengah ini tidak banyak mengeluh saat proses penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Lurah,

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Nursanti Lamahoda, 24 tahun, sedang berada di rumahnya di RT10/RW 004 Kelurahan Lewoleba Tengah Kabupaten Lembata, Jumat (22/5/2020). Nursanti Lamahoda hanya bisa pasrah ketika diketahui namanya tak tertera dalam data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 meski sebelumnya sudah didata oleh Ketua RT. 

Ibu Hamil Tujuh Bulan dan Yatim Piatu di Lewoleba Tak Dapat Bantuan Pemerintah

POS-KUPANG.COM |LEWOLEBA--Nursanti Lamahoda hanya bisa pasrah ketika diketahui namanya tak tertera dalam data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 meski sebelumnya sudah didata oleh Ketua RT.

Warga RT10/004 Kelurahan Lewoleba Tengah ini tidak banyak mengeluh saat proses penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Lurah, pada Kamis (21/5/2020) kemarin.

Perempuan berusia 24 tahun ini tinggal berdua bersama adik lelakinya Ramadhan Hamid Saleh yang sudah putus sekolah.

Kedua orangtuanya sudah tiada. Ayahnya meninggal di Batam tiga tahun lalu. Sedangkan ibunya meninggal di Lewoleba pada 2019 silam.

Ditemui wartawan sehari setelah penyaluran BST Covid-19, Nursanti menuturkan proses pendataan bantuan sosial menggunakan kartu keluarga orangtuanya.

Ketua RT memasukan dia dan adiknya dalam data penerima BST Covid-19 karena mereka belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sayangnya nama mereka juga tidak ada dalam data final penerima BST.

Meski mewariskan sebidang tanah dari orangtuanya, Nursanti dan adiknya tinggal di rumah berdinding bambu yang dibangun secara swadaya oleh beberapa kelompok pemuda.

Nursanti tak punya pekerjaan tetap. Dalam kondisi mengandung, dia masih mencari upah dengan mencuci pakaian milik tetangga dan pekerjaan sampingan lainnya. Para tetangga juga biasa membantu lauk pauk untuk mereka.

Ketua RT 12/RW 004, Antonia Solo, nama Nursanti masuk dalam prioritas pendataan tetapi tak masuk data penerima bantuan. Dia juga mengaku sedih beberapa warganya yang tak mampu justru tidak bisa menerima BST Covid-19.

"Saya sudah protes tapi nama warga yang susah juga tidak dapat. Memang tidak semua yang didata terima," ujarnya.

Sekretaris Lurah Lewoleba Tengah, Anselma Puhugeleng menambahkan semua data yang diserahkan kepada Dinsos-PMD Kabupaten Lembata sesuai usulan dari semua RT.

Warga Protes Anak Pegawai Kelurahan Lewoleba Barat Masuk Dalam Data Bantuan Sosial Tunai Covid-19

Lelaki asal Ile Ape Timur Pasrah Tak Terima Bantuan Pemerintah

"Tidak ada data yang kami keluarkan. Tetapi karena mereka (dinsos) minta buru-buru jadi ada beberapa nama yang PNS juga masuk. Kami masih terus konsultasi dengan dinsos," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved