Sabtu, 9 Mei 2026

Hikmah RAMADHAN: Hari Kemenangan Sejati

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahi Rabbil'alamiin, para pembaca Pos Kupang umat Islam yang dirahmati Allah SWT

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Chariul Pua Tingga 

Kedua, makan di Hari Raya. Disunnahkan makan saat Idul Fitri sebelum melaksanakan sholat hingga kembali dari sholat. Hal ini berdasarkan hadits dari Buroidah, bahwa beliau berkata: "Rosululloh dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Idul Fitri sampai beliau makan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Imam Al Muhallab menjelaskan bahwa: "Hikmah makan sebelum sholat saat Idul Fitri adalah agar tidak ada sangkaan bahwa masih ada kewajiban puasa sampai dilaksanakannya sholat Idul Fitri. Seakan-akan Rasulullah mencegah persangkaan ini." (AhkamulIdain, Syaikh Ali bin Hasan).

Ketiga, memperindah (berhias) diri pada Hari Raya. Dalam suatu hadits, dijelaskan bahwa Umar pernah menawarkan jubah sutra kepada Rasulullah agar dipakai untuk berhias dengan baju tersebut di hari raya dan untuk menemui utusan (HR. Bukhori dan Muslim). Rasulullah tidak mengingkari apa yang ada dalam persepsi Umar, yaitu bahwa saat hari raya dianjurkan berhias dengan pakaian terbaik.

Hal ini menunjukkan tentang sunnahnya hal tersebut. Perlu diingat, anjuran berhias saat hari raya ini tidak menjadikan seseorang melanggar yang diharamkan oleh Allah, diantaranya larangan memakai pakaian sutra bagi laki-laki, emas bagi laki-laki, dan minyak wangi bagi kaum wanita.

Keempat, berbeda jalan antara pergi ke tanah lapang dan se-pulang darinya. Disunnahkan mengambil jalan yang berbeda tatkala berangkat dan pulang, berdasarkan hadits dari Jabir, beliau berkata, "Rasulullah membedakan jalan (saat berangkat dan pulang) saat Idul Fitri." (HR. Al Bukhori). Hikmahnya sangat banyak sekali di antaranya, agar dapat memberi salam pada orang yang ditemui di jalan, dapat membantu memenuhi kebutuhan orang yang ditemui di jalan,dan agar syiar-syiar Islam tampak di masyarakat.

Para pembaca Pos Kupang yang di Rahmati Allah SWT...Itulah beberapa anjuran pada saat Idul Fitri, demikian juga diperbolehkan untuk saling mengucapkan selamat dengan menyeru "taqobbalalloohu minnaa wa minkum" (Semoga Allah menerima amal kita dan amal kalian) atau "a'aadahulloohu `alainaa wa `alaika bil khoiroot war rohmah"(Semoga Allah membalasnya bagi kita dan kalian dengankebaikan dan rahmat). Ucapan dan ekspresi ini dilakukan tatkala kita bersilaturahmi dengan sesama manusia, karena lautan kesalahan yang tak dapat terduga bahkan terkadang lupa yang sudah dilakukan kerabat, sahabat, teman pekerjaan, keluarga, dan lain sebagainya.

Karena itu, untuk meraih kemenangan sejati, patut kiranya kita saling bermaafan dengan sanak famili dan lainnya agar meraih ampunan Ilahi. *

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved