Rayakan Hari Baik, Patuhi Tujuh Seruan Menteri Agama

Hari Raya Idul Fitri 2020 akan terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena situasi bencana non alam Covid-19

Rayakan Hari Baik, Patuhi Tujuh Seruan Menteri Agama
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang Pdt. Rio Fanggidae

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hari Raya Idul Fitri 2020 akan terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena situasi bencana non alam Covid-19. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Kota Kupang Pdt. Rio Fanggidae pun memahami bahwa kelompok-kelompok agama mulai mengalami kejenuhan dengan situasi physical distancing yang diterapkan tersebut. Namun, ada tujuh seruan dari Menteri Agama yang harus dihormati, dimana bunyi salah satu seruan ialah menggelar Salat Ied di rumah masing-masing.

"Kita tidak ingin terjadi (kasus baru) dan ini klaster lebaran, misalnya. Teman-teman muslim harus berbesar hati tidak salat ied di tempat yang mengikutsertakan orang dalam jumlah banyak," kata Pdt. Rio kepada POS-KUPANG.COM melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2020).

Penyaluran BST Covid-19 di Lewoleba Berujung Protes Warga, Data Penerima Carut Marut

Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Menteri Agama, lanjut Pdt. Rio, bahwa Covid-19 tidak boleh mengurangi kegembiraan, maka kegembiraan Idul Fitri tidak boleh berkurang hanya karena pandemi tersebut. Namun, kegembiraan tersebut juga tidak boleh mengakibatkan suatu keadaan yang lebih sulit bagi semua pihak. Apalagi, jumlah paramedis yang menangani kasus ini sangat terbatas. Ketika masyarakat tidak mampu menahan laju pertumbuhan Covid-19, secara tidak langsung masyarakat juga tidak bertanggung jawab atas situasi ini.

"Kita paham tentang kerinduan untuk bersilahturahmi dan membangun komunikasi di hari yang baik. Tetapi, kita harus ingat bahwa kita berada dalam posisi orang tanpa gejala yang punya peluang untuk menjadi pembawa virus kepada orang lain. Kita tidak ingin agama atau komunitas agama menjadi yang disalahkan dalam hubungan dengan penyebaran Covid-19 di Kota Kupang," terang Pdt. Rio.

Sopir Logistik Sembako Mengadu ke Posko Covid-19 Sikka Lantaran Bingung, Ini Penyebabnya

Pdt. Rio menambahkan, FKUB Kota Kupang sempat berdiskusi dengan Pemkot Kupang terkait bagaimana kondisi Covid-19 dan sikap pemerintah terhadap situasi tersebut. Ia pun memberi kesempatan kepada anggota FKUB dari setiap agama untuk menyampaikan harapan atas situasi pandemi ini. Salah satu hal yang juga disampaikan ialah jika memungkinkan menggelar salat ied di masjid dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

"Sebenarnya kita mendapat gambaran bahwa kurva Covid-19 di Kota Kupang ini belum sampai puncak; akan tetap naik. Jika begitu, maka kita punya tugas untuk menjaga komunitas kita; bukan sebaliknya agama memberi kontribusi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Kupang," tegasnya.

Ia pun meminta sesama saudara muslim untuk menahan diri dan mematuhi tujuh seruan Menteri Agama tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved