News

Polda NTT Ingatkan Warga tak Menyebar Informasi Hoaks Soal COVID-19, Asadoma: Saya Juga Korban

Ia mengatakan, bahkan dirinya juga menjadi korban informasi hoaks yang menyebutkan bahwa dirinya melindungi aktivitas penjualan takjil

POS-KUPANG.COM/ RYAN NONG
Wakapolda NTT Brigjen Pol Johanis Asadoma memimpin upacara tabur bunga dalam rangka HUT Bhayangkara 73 di Dermaga Polairud Polda NTT pada Senin (872019) pagi. 

 POS KUPANG, COM, KUPANG - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol. Johanis Asadoma mengingatkan warga di provinsi berbasiskan kepulauan agar tidak menyebaran informasi bohong atau hoaks soal pandemik virus Corona jenis baru (COVID-19).

"Di tengah situasi pandemik COVID-19 ini kami ingatkan, kami terus imbau masyarakat tidak menyebarkan informasi atau kabar hoaks yang membuat situasi tambah kacau," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat (22/5).

Ia mengatakan, dari hasil pemantauan di Polda NTT diketahui beberapa informasi hoaks di provinsi setempat yang disebarluaskan melalui jejaring media sosial.

Asadoma tidak menyebutkan secara rinci informasi yang dimaksud, namun infomasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan kenyataan dan memiliki latar belakang yang tidak benar.

Ia mengatakan, bahkan dirinya juga menjadi korban informasi hoaks yang menyebutkan bahwa dirinya melindungi aktivitas penjualan takjil di salah satu lokasi di Kota Kupang.

"Ada yang menyebarkan berita bohong bahwa takjil di depan Bank Mandiri Kupang itu dibackingi oleh Wakapolda. Ini kan hoaksi. Kita prinsipnya adalah melaksanakan protap yang ditetapkan pemerintah, termasuk mengatur para pedagang dan pembeli di sana," ujarnya.

Menurut Asadoma, dalam situasi seperti ini, aparat kepolisian memang mengesampingkan penegakkan hukum dan lebih mengutamakan upaya persuasif dengan terus mengimbau dan mengingatkan masyarakat.

Asadoma mengemukakan, informasi hoaks soal pandemik COVID-10 yang disebarkan bisa membuat situasi di masyarakat tambah kacau dan panik.

Tak hanya itu, lanjut dia, Informasi hoaks yang mengandung unsur provokatif juga bisa menimbulkan benturan di masyarakat.

"Untuk itu kami mengimbau agar setop sebarkan informasi hoaks. Memang selalu saja yang namanya manusia ada saja yang berpikir dan bertindak di luar dari norma umum, tetapi kami selalu monitor dengan peralatan kami dan terus perangi dengan imbauan dan peringatan," ucapnya. (antara)

Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved