Kali Motadelek 'Mengamuk', Tiga Desa Dihantam Banjir

Hujan deras selama sepekan belakangan di Kabupaten Malaka, menyebabkan Kali Motadelek di Halibasar - Kecamatan Wewiku mengamuk

ISTIMEWA
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH saat memantau lokasi banjir di Kecamatan Wewiku, Jumat (22/5) pagi. 

POS-KUPANG.COM | MALAKA - Hujan deras selama sepekan belakangan di Kabupaten Malaka, menyebabkan Kali Motadelek di Halibasar - Kecamatan Wewiku mengamuk, Jumat (22/5) sekitar Pukul 02.00 Wita.

Sebanyak tiga desa yakni Desa Halibasar di Kecamatan Wewiku, Desa Rabasa dan Rabasahain, Kecamatan Malaka Barat dihantam banjir setinggi 30 centimeter. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa tetapi tanaman pertanian dan hewan piaraan warga disapu banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, Gabriel Seran menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (22/5/2020).

Mesin Pompa Barsha Bantu Petani dengan Teknologi Ramah Lingkungan

Gabriel mengakui, hujan deras yang melanda wilayah Malaka dalam beberapa hari ini menyebabkan banjir meluap dari Kali Motadelek. Ada dua titik tanggul jebol yakni di Dusun Sukaerlaran dan Dusun Halibasar sehingga banjir meluap menggenangi pemukiman warga dan lahan pertanian.

Terhadap banjir ini, kata Gabriel, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH turun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi warga. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa.

Brigpol Bambang Mendadak Meninggal, Ini Penjelasan Kapolres Sabu Raijua

"Untuk dua tanggul yang jebol itu, Pak Bupati sudah perintahkan Dinas PU Malaka untuk segera perbaiki agar tidak terjadi banjir susulan. Rumah warga yang tergenang banjir setinggi 30 centimeter," katanya.

Terkait jumlah kepala keluarga yang terdampak langsung dari banjir, Gabriel mengatakan, untuk Dusun Sukaerlaran, Desa Halibasar, Kecamatan Wewiku sebanyak 10 KK atau 76 Jiwa, Dusun Halibasar A ada 3 KK atau 15 jiwa.
Untuk Desa Rabasa, katanya, warga terkena dampak di 4 dusun sebanyak 205 KK atau 763 jiwa.

"Awalnya 30 warga mau kami evakuasi ke Kantor Desa Halibasar tetapi mereka memilih tinggal bersama keluarga terdekat. Sementara ini banjir sudah surut dan jalan negara sudah aman tidak dilewati banjir lagi," katanya.

Dirinya mewanti-wanti warga untuk tetap waspada karena intensitas hujan masih cukup tinggi sehingga apabila hujan terus turun maka segera mengambil sikap mengungsi ke tempat yang lebih aman. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved