News

BST Kemensos Tahap Dua di Belu Menyasar 10.714 Kepala Keluarga, Ini Jumlah Penerima di 12 Kecamatan

Bantuan Langsung Tunai (BST) Kementerian Sosial tahap dua menyasar 10.714 kepala keluarga (KK) terdampak Covid-19. Penerima manfaat di 12 kecamatan

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Sabina Mau Taek 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas

POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Sosial bekerjasama dengan PT Pos Indonesia siap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BST) Kementerian Sosial tahap dua menyasar 10.714 kepala keluarga (KK) terdampak Covid-19. Penerima manfaat tersebar di 12 kecamatan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Belu, Sabina Mau Taek, kepada wartawan Senin (18/5). Dikatakannya, penyaluran BST tahap dua dimulai Selasa (19/5) setelah data penerima bantuan sudah valid. Penyaluran BST Kemensos dilakukan Kantor Pos Indonesia.

"Kami telah melakukan verifikasi dan validasi data penerima BST sesuai kartu keluarga dan NIK by name, by address, supaya menghindari pendobelan data penerima," ungkap Sabina.

Sabina mengatakan, penyaluran BST Kemensos dilakukan secara tunai (cash) kepada KK penerima. Setiap KK mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000/bulan selama tiga bulan ke depan terhitung Mei, Juni dan Juli.

"Sesuai ketentuannya, setiap KK penerima BST akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 600.000 setiap bulan selama tiga bulan ke depan sehingga total BST Rp 1,8 juta per KK," tambah Sabina.

Dia menyebut penerima BST setiap kecamatan, yakni Kecamtan Atambua 1.239 KK, Atambua Barat 894 KK, Atambua Selatan 2.091 KK, Kakuluk Mesak 1.335 KK, Lamaknen 558 KK, Lamaknen Selatan 308 KK, Lasiolat 297 KK, Nanaet Duabesi 190 KK, Raimanuk 692 KK, Raihat 503 KK, Tasifeto Barat 1.094 KK dan Tasifeto Timur 1.513 KK.

Pemerintah berharap BST dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 dan tidak terjadi permasalahan di lapangan, terutama pendobelan data.

"Pemerintah sudah berusaha memverifikasi dan validasi data sehingga kemungkinan pendobelan nama penerima tidak terjadi," ujar Sabina. *

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved