Akibat Curah Hujan yang Tinggi Tiga Desa Di TTS Rendam Banjir, Info
Iya, di Desa Skinu memang sejak kemarin terjadi banjir. Air tidak hanya menggenangi area perkebunan masyarakat tetapi juga merendam kawasan
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota
POS-KUPANG. COM | SOE - Tiga desa di Kabupaten TTS, Jumat (22/5/2020) pagi terendam banjir akibat frekuensi curah hujan yang tinggi seminggu terakhir. Ketinggian air sendiri bervariasi, mulai dari satu menter hingga setinggi 15 Cm.
• Waspada! Empat Pulau di NTT Berpotensi Terjadi Angin Kencang Hari Ini, Ini Datanya
Camat Toianas, Adi Boimau membenarkan jika di Desa Skinu terjadi bencana banjir. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi seminggu terakhir. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di kali Noepono meluap dan menggenangi pemukiman.
" Iya, di Desa Skinu memang sejak kemarin terjadi banjir. Air tidak hanya menggenangi area perkebunan masyarakat tetapi juga merendam kawasan pemukiman. Soal KK yang terendam banjir masih kita data," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon," ujarnya.
Kades Skinu, Hermanus Sae membenarkan banjir di Desa Skinu. Banjir terjadi di Dusun C dan merendam lima RT. Ada sekitar 202 KK yang rumahnya terendaman. Ketinggian air berkisar 15 Cm hingga 1 meter.
" Banjir terjadi sudah sejak pagi kakak. Namun hingga kini masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing," ujarnya.
• Ini Permintaan Menteri Agama agar Masyarakat Rayakan Lebaran Bersama Keluarga Inti, Simak Info
Sementara itu, Plt Camat Boking Metkono, belum menjawab telepon dari Pos-Kupang. Saat dihubungi nomornya tidak aktif. (din)
