Salurkan BST di Sumba Timur, Bupati Minta Jangan Pakai Untuk Beli Peci atau Moke
Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI agar jangan menggunakan untuk membeli peci/moke ( minuman keras tradisional).
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Salurkan BST di Sumba Timur - Bupati Minta Jangan Pakai Untuk Beli Peci atau Moke
POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Bupati Sumba Timur,Drs. Gidion Mbilijora,M.Si meminta masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI agar jangan menggunakan untuk membeli peci/moke ( minuman keras tradisional).
Gidion menyampaikan hal ini saat melaunching penyaluran BST bagi masyarakat Sumba Timur yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial Sumba Timur, Rabu (20/5/2020).
Acara ini dihadiri , Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H,M.Si, Wakapolres Sumba Timur, Kajari Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq,S.H,M.H, Dandim Sumba Timur, Johan Marpaung, Kepala Kantor Pos Waingapu, Trian Nugroho, Kadis Sosial, Oktavianus T. Ama,S. Sos dan pejabat lainnya.
Usai launching dilanjutkan dengan penyerahan bantuan ini secara simbolis kepada 10 penerima BTS
BST yang diterima warga ini sebesar Rp 600.000 per KK untuk tiga bulan,yakni Bulan April,Mei dan Juni.
Menurut Gidion, uang itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga di tengah Pandemi Covid-19. Bukan sebaliknya digunakan untuk membeli peci atau moke.
"Bantuan ini hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga dan jangan ada yang pakai untuk minum moke dan peci.
Saya ingatkan betul bagi penerima, khusus bapak-bapak jangan pakai beli peci," kata Gidion.
Dijelaskan, apabila nanti pemerintah mendapat laporan bahwa ada yang salah gunakan dana tersebut, apalagi untuk hal-hal yang tidak berguna seperti membeli peci atau moke,maka dirinya akan mengambil tindakan tegas.
"Kalau sampai di rumah uang ini dipakai untuk beli peci dan ada laporan dari ibu-ibu bahwa ada bapak-bapak pakai beli peci atau moke, maka kita akan keluarkan dari daftar penerima bantuan," katanya.
Bupati Gidion juga meminta masyarakat ikut mengontrol apabila dana itu tidak tepat sasaran.
"Saya minta kontrol masyarakat, terutama data penerima, karena setelah mendaftar bisa saja ada ASN yang dapat," ujarnya.
Dikatakan, bantun itu adalah bantuan pemerintah pusat melalui Kemensos, karean itu masih ada lagi bantuan pemerintah provinsi dan kabupaten, sehingga perlu diteliti secara benar penerima bantuan agar tidak ada yang dobel.
Kepala Dinas Sosial Sumba Timur, Oktavianus T.Ama,S. Sos mengatakan, penyaluran bantuan dari Kemensos itu diawali dengan launching oleh Bupati Sumba Timur.
"Ada sekitar 7000 lebih penerima bantuan dari pemerintah pusat. BST ini akan disalurkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," kata Oktavianus.