Warga Balauring Segel Kantor Desa

BREAKING NEWS :Protes BLT, Warga Desa Balauring - Lembata Segel Kantor dan Sita Aset Desa

Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata menyegel kantor desa dan menyita aset milik desa karena tidak puas de

Foto/Ricko Wawo/
Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata menyegel kantor desa dan menyita aset milik desa karena tidak puas dengan proses pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 oleh pemerintah desa. Puluhan massa mendatangi kantor desa, menyegel pintu kantor desa dengan kayu balok, menyita dua unit sepeda motor, dan satu mobil pikap yang merupakan aset desa, pada Kamis (21/5/202 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata menyegel kantor desa dan menyita aset milik desa karena tidak puas dengan proses pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 oleh pemerintah desa.

Puluhan massa mendatangi kantor desa, menyegel pintu kantor desa dengan kayu balok, menyita dua unit sepeda motor, dan satu mobil pikap yang merupakan aset desa, pada Kamis (21/5/2020).

Mereka menuntut Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur segera mencopot kepala desa. Pasalnya, menurut warga, bupati sudah berjanji akan mencopot kepala desa yang lambat menyalurkan BLT Covid-19.

Usai menyegel kantor desa, massa terus berteriak-teriak dan menuntut kepala desa segera mundur. Aparat keamanan TNI dan Polri terus melakukan penjagaan di kantor desa.

Aulia Djafar, orang muda Desa Balauring, mengungkapkan warga kesal karena kepala desa memanipulasi data BLT Covid-19. Jumlah warga penerima BLT yang disepakati bersama saat musyawarah Desa pada 9 Mei 2020, jelas Djafar, berbeda lagi dengan yang dilaporkan ke pihak kecamatan. Kata Djafar, musyawarah desa pertama menetapkan 204 penerima BLT.

Kemudian ketika hasil musyawarah desa dibawa ke pihak kecamatan data penerima berubah lagi 114 penerima saja. Pihak kecamatan pun melakukan monitoring dan evaluasi karena data penerima dianggap tidak sesuai dengan hasil musyawarah desa. Monitoring itu dilakukan pada 18 Mei 2020.

"Kita anggap itu cacat mekanisme dan pengkhianatan oleh kepala desa," tegasnya.
Dia menambahkan hasil monitoring itu kembali menetapkan kalau data penerima harus kembali sesuai musyawarah desa pertama yakni sebanyak 204 penerima. Namun persoalan kembali terjadi karena kepala desa tidak menggunakan data sebagaimana ketetapan musyawarah. Menurut dia pihak kecamatan pun tetap menolak data yang tidak sesuai musyawarah desa.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Balauring Syarif Patipilohi terdapat nama-nama warga yang menurut dia mampu dalam data penerima BLT hasil musyawarah.

"Saya lihat nama nama yang ada dalam musdes banyak yang mampu, kan BLT ini untuk masyarakat miskin yang terdampak Covid-19. Saya ingin lihat ulang lagi. Kita saring benar-benar nama yang terima," ungkapnya.
Hal ini dilakukan karena dia takut ada permasalahan ketika dilakukan audit oleh inspektorat.

Melihat massa yang marah, Syarif pun sudah mencairkan dana desa untuk penyaluran BLT Covid-19 pada sore hari ini kepada 204 penerima sesuai musyawarah desa.

Intip Aktivitas Striker Persebaya, Patrich Wanggai Selama PSBB Surabaya Raya, Simak Info

Namun warga yang sudah telanjur kecewa menolak untuk membuka kembali kantor dan menerima BLT. Mereka cuma menuntut bupati mencopot Syarif dari jabatan kepala desa.

Keterangan Foto/Ricko Wawo/Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata menyegel kantor desa dan menyita aset milik desa karena tidak puas dengan proses pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 oleh pemerintah desa. Puluhan massa mendatangi kantor desa, menyegel pintu kantor desa dengan kayu balok, menyita dua unit sepeda motor, dan satu mobil pikap yang merupakan aset desa, pada Kamis (21/5/2020).

Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata menyegel kantor desa dan menyita aset milik desa karena tidak puas dengan proses pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 oleh pemerintah desa. Puluhan massa mendatangi kantor desa, menyegel pintu kantor desa dengan kayu balok, menyita dua unit sepeda motor, dan satu mobil pikap yang merupakan aset desa, pada Kamis (21/5/202
Warga Desa Balauring Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata menyegel kantor desa dan menyita aset milik desa karena tidak puas dengan proses pendataan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 oleh pemerintah desa. Puluhan massa mendatangi kantor desa, menyegel pintu kantor desa dengan kayu balok, menyita dua unit sepeda motor, dan satu mobil pikap yang merupakan aset desa, pada Kamis (21/5/202 (Foto/Ricko Wawo/)
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved