Benarkah Soekarno Meninggal Tak Dimakamkan Sesuai Wasiatnya? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Benarkah Soekarno Meninggal Dunia Tidak Dimakamkan Sesuai Wasiatnya? Ini Penjelasannya
Soekarno berapi-api mengupas falsafah dasar negara Indonesia.
Dalam pidato itu, Soekarno mengutip para pemikir dunia dan juga memberikan contoh-contoh konkret kehidupan manusia Indonesia.
Soekarno menyebut tokoh Sarinem, Samiun, dan Marhaen dalam pidato lahirnya Pancasila.
Dia juga mengkritik para pendiri negeri ini yang menjadi pembicara di sidang BPUPKI sebelumnya yang dianggapnya belum menyentuh pokok persoalan dasar negara.
Lima Sila Pancasila Versi Bung Karno adalah sebagai berikut:
1. Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
3. Mufakat atau Demokrasi.
4. Kesejahteraan Sosial.
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Inilah pidato Soekarno tentang Lahirnya Pancasila 1 Juni1945:
Pidato Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945
Paduka tuan Ketua yang mulia!
Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.
Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mullia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.
Ma’af, beribu ma’af! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan d a s a r n y a Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka tuan ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: “Philosofische grondslag” dari pada Indonesia merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberi tahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan ,,merdeka”.
Merdeka buat saya ialah: “political independence, p o l i t i e k e o n a f h a n k e l i j k h e i d . Apakah yang dinamakanpolitieke onafhankelijkheid?