Benarkah Soekarno Meninggal Tak Dimakamkan Sesuai Wasiatnya? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Benarkah Soekarno Meninggal Dunia Tidak Dimakamkan Sesuai Wasiatnya? Ini Penjelasannya

Editor: Bebet I Hidayat
VIA Intisari online
Presiden Soekarno dan Fatmawati 

Selain itu, menurut sejarawan Asvi Warman Adam, sahabat Soekarno, Masagung dalam buku Wasiat Bung Karno (yang baru tebit tahun 1998) mengungkapkan bahwa Soekarno telah menulis semacam wasiat, masing-masing dua kali, kepada istrinya Hartini (16 September 1964 dan 24 Mei 1965) dan Ratna Sari Dewi (20 Maret 1961 dan 6 Juni 1962).

“Di dalam salah satu wasiat itu dicantumkan tempat makam Bung Karno, yakni di bawah kebun nan rindang di Kebun Raya Bogor,” tulis Asvi dalam Bung Karno Dibunuh Tiga Kali.

Namun, Presiden Soeharto dalam otobiografinya menyatakan bahwa sebelum memutuskan tempat pemakaman Soekarno, dia mengundang para pemimpin partai dan pelbagai tokoh masyarakat.

“Jelas, Soeharto menganggap ini masalah politik yang cukup pelik. Jadi, pemakaman tidak ditentukan oleh keluarga, tetapi melalui petimbangan elite politik,” tulis Asvi.

Soeharto pun memutuskan untuk memakamkan Soekarno di Blitar, di samping makam ibunya, pada 22 Juni 1970. 

Pemakaman di Blitar itu dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden No. 44 Tahun 1970 tertanggal 21 Juni 1970.

Menurut Jusuf Wanandi, Soeharto mengingkari pesan akhir Soekarno yang ingin dikubur di bawah pohon yang rindang di Istana Bogor.

Tapi itu akan menempatkan makamnya terlalu dekat dengan Jakarta dan dapat dipolitisasi oleh para pendukungnya...

“Sekali lagi kita menyaksikan kehebatan Soeharto dengan nalurinya untuk tetap berjaya,” kata Jusuf Wanandi.  (Historia.id/Hendri F Isnaeni)

Pidato Lengkap Bung Karno 1 Juni 1945 di Sidang BPUPKI, Soekarno Sebut Sarinem Samiun dan Marhaen

Soekarno tidak hanya mengutip pemikir-pemikir dunia, tetapi juga memberi contoh konkret kehidupan rakyat Indonesia seperti Samiun, Sarinem, dan Marhaen. Inilah pidato lahirnya Pancasila.

Hari ini, Sabtu 1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila berkaitan dengan pidato Ir Soekarno pada 1 Juni 1945.

Soekarno atau Bung Karno pada 1 Juni 1945 berpidato di depan peserta sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Rapat berlangsung di Gedung Tyuuoo Sang-In (sekarang Kementerian Luar Negeri) di Pejambon, Jakarta Pusat.

Agenda pembicaraan adalah membahas Dasar Negara Indonesia.

Sidang dipimpin Dr KRT Radjiman Wedyodingrat.

Radjiman Wedyodingrat pimpinan sidang BPUPKI.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved