Ramadhan 2020

Begini Cara Menghitung Zakat Mal, dari Zakat Penghasilan Hingga Zakat Emas, Serta Hukum Zakat Mal

Zakat mal antara lain: Zakat emas, perak dan sejenisnya, zakat pertanian dan perkebunan, zakat perniagaan, zakat peternakan serta zakat pertambangan.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Begini Cara Menghitung Zakat Mal, dari Zakat Penghasilan Hingga Zakat Emas, Serta Hukum Zakat Mal 

Begini Cara Menghitung zakat mal, dari Zakat Penghasilan Hingga Zakat Emas, Serta Hukum Zakat Mal

POS-KUPANG.COM - Selain zakat fitrah, umat Islam juga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat mal.

Allah SWT mewajibkan kita mengeluarkan zakat mal apabila syarat wajibnya terlah terpenuhi. Oleh karena itu, hukum zakat mal adalah wajib.

Zakat mal terdiri dari berbagai macam. Masing-masing memiliki ketentuan yang berbeda-beda.

Adapun macam-macam zakat mal antara lain: Zakat Emas, perak dan sejenisnya, zakat pertanian dan perkebunan, zakat perniagaan, zakat peternakan serta zakat pertambangan.

Termasuk juga zakat profesi. Hanya saja, istilah zakat mal identik dengan zakat harta kekayaan berupa tabungan, uang, perdagangan atau pun Emas dan perak.

Dikutip dari baznas.go.id, zakat mal yang dimaksud dalam perhitungan ini adalah zakat yang dikenakan atas uang, Emas, surat berharga, dan aset yang disewakan.

Tidak termasuk zakat mal yang lain yang dikenakan atas harta pertanian, pertambangan, dan lain-lain yang diatur dalam UU No.23/2011 tentang pengelolaan zakat.

Zakat mal harus sudah mencapai nishab (batas minimum), terbebas dari hutang (milik penuh), sumber hartanya halal, dan kepemilikan telah mencapai 1 tahun (haul).

Dari QS. Al-Baqarah ayat 267 dapat disimpulkan bahwa, menunaikan zakat, harus berasal dari harta yang halal, bukan berasal dari harta yang buruk. Allah Subhanahu Wata’ala juga meminta hambanya agar tak perlu khawatir atas sebagian harta yang dizakatkan, karena Allah Maha Kaya.

Sedangkan untuk nishab zakat mal sebesar 85 gram Emas (mengikuti harga Buy Back Emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan). Kadar zakatnya senilai 2,5%.

Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak, dan Keluarga dengan Bahasa Arab dan Latin

Ini Syarat dan Jumlah Zakat Fitrah yang Wajib Dibayarkan di Bulan Ramadan

Cara menghitung zakat mal:

2,5% x Jumlah harta kepemilikan yang telah mencapai haul (1 tahun)

Contoh:
Selama 1 tahun, Bapak Fulan memiliki harta yang tersimpan (Emas/perak/uang) senilai Rp.150.000.000,-. Jika harga Emas saat ini Rp.800.000,-/gram, maka nishab zakatnya adalah senilai Rp.68.000.000,-, maka Fulan sudah dikatakan wajib zakat. Adapun Zakat Mal yang harus Bapak Fulan tunaikan adalah sebesar, 2,5% x Rp.150.000.000,- = Rp.3.750.000,-.

Syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut:

Islam
Merdeka
Berakal dan baligh
Memiliki nishab

Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah,

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

Makna al afwu (dalam ayat tersebut-red), adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, Islam menetapkan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang.

Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:

1. Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.

2. Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani)

Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan. Karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen. Demikian juga zakat harta karun (rikaz) yang diambil ketika menemukannya.

Misalnya, jika seorang muslim memiliki 35 ekor kambing, maka ia tidak diwajibkan zakat karena nishab bagi kambing itu 40 ekor. Kemudian jika kambing-kambing tersebut berkembang biak sehingga mencapai 40 ekor, maka kita mulai menghitung satu tahun setelah sempurna nishab tersebut.

Berikut cara menghitung zakat mal seperti dikutip dari baznas.go.id:

Halaman
Penulis: Bebet I Hidayat
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved