21 Dokter Muda FK Undana Dilantik Secara Online

Kami merasa sangat berat sekali melantik dan menyumpah para dokter secara online. Bagaimanapun pasti ada perasaan berbeda

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG. COM/ DOKUMENTASI FK UNDANA
Momen Pengalungan selendang wisuda oleh Kaprodi Profesi Kedokteran FK Undana, dr. Ika Febianti Buntoro, M. Sc kepada dr. Muda, Rabu, 20/05/2020 

21 Dokter Muda FK Undana Dilantik Secara Online

POS-KUPANG|KUPANG-- Universitas Nusa Cendana, Fakultas Kedokteran Kupang, Kembali mengambil sumpah dan melantik 21 Dokter Muda secara online.

Pantauan POS-KUPANG. COM, Rabu, 20/05/2020, momen pengambilan sumpah dan pelantikan 21 Dokter Muda secara online tersebut dilaksanakan secara sederhana.

Acara ini dihadiri oleh dekan Fakultas Kedokteran Undana, Wakil dekan akademik, beserta Kepala Program Studi Profesi Kedokteran, 2 orang Rohaniwan, 1 orang perwakilan orang tuan/ wali murid dan 2 orang perwakilan para dokter muda.

Tak dapat dipungkiri kegiatan pengambilan sumpah dan pelantikan dokter tersebut dilaksanakan dengan memenuhi standar protokol kesehatan.

Tampak setiap orang dalam Aula Rektorat Undana tersebut, mengambil jarak duduk 1-2 meter antara satu sama lain dengan tiap orang mengenakan masker.

Pada bagian tengah di atas sebuah meja, diletakan sebotol hand sinitizer berukuran besar. Pasca melalukan kegiatan setiap orang menggunakan hand sinitizer tersebut.

Kepala Program Studi Profesi Kedokteran Undana, dr. Ika Febianti Buntoro, M. Sc, mengatakan, kali ini untuk pertama kali Fakultas Kedokteran mengadakan pengambilan sumpah dan pelantikan dokter secara online.

Di tengah Pandemi Covid 19 pengambilan sumpah tidak dapat dilakukan secara konvensional seperti biasanya.

"Karena kita tidak bisa mengumpulkan lebih dari 20 orang sebagaimana yang sudah diimbau oleh pemerintah. Dan ternyata, momen ini hanya melibatkan kurang dari 10 orang"ungkapnya

Dikatakan dr. Febi bahwa, menjelang dilaksanakannya acara pengambilan sumpah tersebut, dilakukan beberapa kali pertemuan dengan banyak pihak termasuk para dokter yang dilantik pada hari ini. Tetapi setelah mengadakan rapat bersama, mereka menyadari bahwa dokter itu bukan sekedar pekerjaan, tetapi panggilan hidup.

Oleh karena itu para dokter muda tetap menginginkan bahwa, mereka segera membaktikan hidup dalam masyarakat sehingga tidak dapat ditunda pelaksanaan pengambilan sumpah dan pelantikan secara online.

"Kami merasa sangat berat sekali melantik dan menyumpah para dokter secara online. Bagaimanapun pasti ada perasaan berbeda dalam momen kali ini" ujarnya

Ia menambahkan, sekolah dokter membutuhkan waktu yang tidak singkat, minimal 5-6 tahun dengan banyak derai air mata dan suka duka yang mereka lewati tetapi, ternyata pada akhirnya dilaksanakan secara online saja.

Rasa sedih menyelimuti, ketika hanya melihat para dokter melalui kamera dengan pakaian lengkap dan mereka hanya di rumah. Hal itu memang sesuatu yang berat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved