News

Warga Riung Barat Naik Turun Gunung Kejar Sinyal Telepon, Listrik tak Ada, Boy: Kami Belum Merdeka

Kesulitan jaringan telekomunikasi dan listrik bukan hanya wilayah Lindi hingga perbatasan Manggarai Timur, tetapi juga dialami wilayah Maronggela

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Siswa SMA Recis Bajawa saat mengikuti UAS online di atas bukit Desa Lanamai, Kecamatan Riung Barat Kabupaten Ngada Pulau Flores NTT, Senin (11/5/2020). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Gordi Donofan

POS KUPANG, COM, BAJAWA - Warga Riung Barat, Boy Zanda mengatakan, kondisi seperti itu bukan hal baru.

Itu menjadi hal yang biasa bagi warga Riung Barat dan sekitarnya.

Kata dia, Riung Barat belum "merdeka" dari sisi pembangunan. Dari dulu wilayah Riung memang belum menunjukan kemajuan yang berarti.

Pembangunan belum menyentuh masyarakat secara menyeluruh di wilayah ini dan ini fakta yang terjadi saat ini.

Soal signal harus mencari naik turun gunung dan listrik yang tidak ada itu malah makin lama dianggap bukan masalah, padahal itulah masalahnya.

Ia menerangkan, kesulitan jaringan telekomunikasi dan listrik bukan hanya wilayah Lindi hingga perbatasan Manggarai Timur, tetapi juga dialami wilayah Maronggela dan hampir seluruh Riung Barat.

"Bagi orang yang datang melewati jalan rusak, tidak ada listrik itu masalah. Kami sudah biasa menganggap hal yang sebenarnya tidak biasa ini menjadi biasa saja. Bahkan arti merdeka atau tidak kami juga tidak bisa bedakan jika dilihat dari akses pembangunan di wilayah ini,"ungkap Boy.

Boy menegaskan, makanya sampai Mendikbud kaget mendengar masih banyak anak Indonesia yang tinggal di daerah terpencil belum mendapat akses listrik dan tidak bisa internet. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved