News

STT Grogol Jakarta Impor Semua Kasus Positif Covid-19 di Sumba Timur, Ini Jumlahnya Sekarang

Tambahan dua kasus positif di Sumba Timur masih merupakan impor dari Klaster STT Grogol-Jakarta.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana didampingi Sekda, Domu Warandoy dan Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu,dr. Lely Harakai,M.Kes saat jumpa pers tentang Covid-19 di Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Minggu (17/5/2020) malam 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Oby Lewanmeru

POS KUPANG, COM, WAINGAPU - Tambahan dua kasus positif di Sumba Timur masih merupakan impor dari Klaster STT Grogol-Jakarta. Saat ini di Sumba Timur sudah terdapat empat kasus positif Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana, kepada wartawan di Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Sabtu (16/5) malam.

Menurut dr. Chrisnawan, sesuai apa yang sudah disampaikan Kepala Dinas Kesehatan NTT bahwa terjadi penambahan kasus positif di NTT dan salah satu daerah penyumbang adalah Sumba Timur. Penambahan dua kasus berasal dari klaster STT Grogol Jakarta.

"Jadi, kasus positif Covid-19 di Sumba Timur saat ini berjumlah empat kasus. Semua kasus ini berasal dari klaster yang sama, yakni dari STT Grogol Jakarta," terang dr. Chrisnawan.

Dijelaskannya, dua kasus penambahan yang baru itu, masing-masing satu berasal dari Mauliru dan satunya dari Kiritana. "Karena itu semua kasus positif di Sumba Timur ini berasal dari Kecamatan Kambera," katanya.

Dikatakan, adanya kasus impor ini, maka diharapkan agar jangan ada kasus dari transmisi lokal. Apabila ada kasus transmisi lokal, pengendaliannya agak sulit
Terkait kondisi empat orang kasus positif ini, Chrisnawan mengatakan, sampai saat ini kondisi positif 01-04 masih stabil.

"Informasi dari rumah sakit, keempatnya tidak menunjukkan keluhan atau gejala yang berarti dan boleh dikatakan cukup sehat," ujarnya.

ODP 12 Orang
Menyoal jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sumba Timur, Chrisnawan menyebut masih 12 orang, yang telah selesai masa pemantauan sebanyak 156 orang.

Menurut Chrisnawan, akumulasi ODP sejak 25 Maret 2020 hingga saat ini sebanyak 168 orang, dengan jumlah yang masih dipantau sebanyak 12 orang.

Didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, SKM, Chrisnawan juga menyebut Orang Tanpa Gejala (OTG) di Sumba Timur saat ini tersisa lima orang, karena tiga OTG dinyatakan positif Covid-19.

"Jumlah OTG masih tetap dipantau sejak beberapa hari lalu," ujar Chrisnawan.

Sementara pelaku perjalanan di Sumba Timur, Chrisnawan mengakui, saat ini 4.240 orang, dengan rincian, pelaku perjalanan yang sudah selesai karantina mandiri 4.056 orang, masih menjalani karantina mandiri 184 orang.

"Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumba Timur ada empat orang, dua orang telah sembuh atau selesai masa pemantauan, sehingga jumlah saat ini masih ada dua orang PDP yang dipantau," katanya. *

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved