News

Potong Seekor Ayam Jantan Merah di Lelak, Bupati Kamelus Izin Leluhur Tutup Manggarai Cegah Covid-19

Pemerintah Kabupaten Manggarai menutup akses keluar masuk kendaraan dan orang dari wilayah tetangga, termasuk Kabupaten Manggarai Barat dan Timur

Penulis: Robert Ropo | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Bupati Manggarai Deno Kamelus bersama rombongan sedang menyerahkan bantuan Sembako 

Pasca penutupan, sopir angkutan umum meminta pemerintah daerah memperhatikan nasib mereka.

"Kalau benar penutupan akses, mobil travel dilarang maka kami pasti kehilangan pekerjaan. Kami sangat berharap agar pemerintah fokus memperhatikan kami," ujar Bonavantura Jehamu, sopir travel Ruteng-Labuan Bajo saat ditemui di Ruteng, Jumat (15/5).

Bonevantura mengaku bekerja sebagai sopir sudah bertahun-tahun. Dengan penutupan akses maka ia memastikan kehilangan sumber penghasilan.

Hal senada disampaikan Beni Jehamur (37).  "Kita sangat sepakat dengan penutupan akses masuk keluar orang ke Manggarai dari Manggarai Barat yang nota bene sudah daerah terpapar Covid-19. Tapi kami berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan memberikan jalan terbaik untuk kami. Kalau bisa travel tetap beraktivitas tapi harus penuhi persyaratan untuk pencegahan virus ini," harap Beni.

Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Manggarai Barat Ismail Surdi mengatakan, pemerintah konsisten melakukan pencegahan Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 fokus menyediakan alat pelindung diri (APD) dan melaksanakan rapid test.

Saat ini lebih dari 800 rapid test yang disiapkan pemerintah untuk kelompok yang potensial terpapar virus Corona.

"Fokus kami pertama dengan ketersediaan rapid tes yang cukup, kami lakukan rapid test kepada kelompok-kelompok potensial seperti kluster Gowa, klaster Magetan dan lainnya, termasuk yang pernah kontak dengan mereka dan tenaga kesehatan yang pernah kontak dan sering melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak," kata Ismail.

Jika hasil rapid test reaktif maka selanjutnya dilakukan pengambilan sampel Swab untuk dikirim ke Kota Kupang.

"Hasil tes semua yang reaktif positif kami lakukan pengambilan sampel swab," jelasnya.

Pihaknya juga konsisten menjalankan komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) kepada masyarakat demi meningkatkan kesadaran.

"Kami tingkatkan seperti tetap stay at home, penggunaan masker, penerapan social dan physical distancing. Di lain sisi kami lakukan penyemprotan disinfektan di berbagai tempat sebagai upaya dalam rangka pencegahan," ujar Ismail. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved