Anggota Kopdit Swasti Sari di Batulesa Panen Bawang Merah

Kebun bawang merah yang mencapai puluhan hektar tersebut adalah milik anggota Kopdit Swasti.

Anggota Kopdit Swasti Sari di Batulesa Panen Bawang Merah
ISTIMEWA
GM, Yohanes Sason Helan, panen bawang milik Anggota Kopdit Swasti Sari, di Batulesa, Tablolong Kabupaten Kupang, Jumat (15/5/2020).

POS-KUPANG.COM |KUPANG -General Manajer (GM) KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, bersama tim memanen bawang merah di Batulesa, Tablolong Kabupaten Kupang. Kebun bawang merah yang mencapai puluhan hektar tersebut adalah milik anggota Kopdit Swasti.

Yohanes Sason Helan, kepada Pos Kupang di Batulesa, Jumat (15/5), mengatakan, sektor rill tersebut sesuai program kerja dan anggaran tahun buku 2020. Hari ini, katanya, sekitar puluhan anggota KSP Kopdit Swasti Sari memulai panen bawang masing-masing dengan luas berkisaran 1 hektar lebih.

"Mereka meminjam uang bervariasi ada yang Rp 8 juta sampai dengan Rp 15 juta. Setelah panen, mereka mengembalikan pokok dan bunga sesuai ketentuan yang berlaku di Kopdit Swasti Sari," katanya.

Dikatakannya, rata-rata bunga pinjaman per bulan berkisaran 0,5 persen dan 0 9, persen perbulan.
Menurutnya, bunga pinjaman di KSP Kopdit Swatisari sangat murah dan sangat membantu anggota. Karena, katanya, minimal satu hektar hasil yang didapat lebih dari 1 ton dengan harga per kilogram Rp 20 ribu sampai dengan 25 ribu.

Tarif JKN-KIS Disesuaikan Per 1 Juli

Dia mengatakan, setelah dikaji pemberian pinjaman atau kredit dan setelah dijual anggota mendapatkan keuntungan mencapai 40- 60 persen.

Ia menjelaskan, sesuai dengan Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran (RA) tahun buku 2020, KSP Kopdit Swasti Sari masuk Sektor Rill (SR) bergerak di bidang usaha produktif anggota, antara lain pertanian, peternakan, kelautan, tenun lokal dan komoditi-komodit unggulan lain seperti : cengkeh, vanili, kakao, madu, garam dan lainnya.

Pemetaan sektor rill ini, lanjutnya, disesuaikan dengan cabang masing-masing di seluruh kabupaten/kota, kecamatan dan desa di seluruh wilayah kerja KSP Kopdit Swasti Sari baik di provinsi NTT maupun Bali.

"Tahun buku 2020, kami menganggarkan 35 persen untuk masa uji coba masuk sektor rill atau berkisaran Rp 36 miliar. Kita akan merubah miensed anggota KSP Kopdit Swasti Sari dari pola konsumtif ke usaha produktif. Pinjam uang jangan hanya untuk pesta-pesta, bayar belis dan lain-lain yang hanya menghabiskan atau pemborosan," katanya.

Menurutnya, lembaga sangat berbangga apabila anggota dari tahun ke tahun harus ada perubahan ekonomi rumah tangga yang meningkat ketimbang jalan di tempat atau bertambah miskin. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved