Moeldoko Ungkap Kelemahan Budi Karya Sumadi, Menteri Jokowi Keceplosan Soal Pebisnis Boleh Terbang

Kepala Staf Presiden, Moeldoko blak-blakan mengakui ada yang tidak kompak terkait kebijakan mengatasi Pandemi Corona di Indonesia.

Editor: Hasyim Ashari
KOMPAS.com/GHINAN SALMAN
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko 

Moeldoko Ungkap Kelemahan Budi Karya Sumadi, Menteri Jokowi Keceplosan Soal Pebisni Boleh Terbang

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -  Kepala Staf Presiden, Moeldoko blak-blakan mengakui ada yang tidak kompak terkait kebijakan mengatasi Pandemi Corona di Indonesia.

Menurutnya ada kebijakan yang berubah-ubah dalam waktu singkat dalam mengatasi pandemi virus Corona 2019 atau Covid-19, membuat kesan Pemerintah Jokowi dinilai tak konsisten.

Hal ini pun diakui Kepala Staf Presiden, Moeldoko.

Moeldoko yang merupakan mantan Panglima TNI ini membeberkan musabab munculnya anggapan atau penilaian masyarakat yang menganggap Pemerintah Jokowi tak konsisten.

Tak sedikit yang menilai informasi yang diberikan pemerintah antara satu pihak dengan pihak yang lain berbeda.

Rupanya, hal ini memang diakui oleh pihak istana sendiri.

Mereka mengakui, komunikasi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju terkait penanganan wabah Virus Corona ( covid-19) di Indonesia, belum optimal.

Masih ada pembantu Presiden yang tak bisa memilah-milah mana informasi yang masih dalam tahap kajian dan yang sudah keputusan final.

"Ada yang padahal (informasi) itu untuk diskusi di dalam (internal pemerintah, red). Tapi keluar," ujar Moeldoko saat berbincang dengan Kompas.com di Kantor KSP Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Akibatnya, informasi tersebut menjadi narasi publik.

Sehingga seolah-olah itu menjadi keputusan Pemerintah.

Padahal, belum tentu menjadi keputusan karena mesti dikaji terlebih dahulu.

Mantan Panglima TNI itu juga menyinggung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dinilai sempat keceplosan  dalam menyampaikan pernyataan.

"Beliau kan sempat mengatakan bahwa (pesawat komersial diperbolehkan) untuk pebisnis."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved