Salam Pos Kupang

Pemerintah harus Transparan Soal Data

SEMENJAK NTT menjadi zona merah Covid-19, ketakutan serta kepanikan pasti menimpa warga

Pemerintah harus Transparan Soal Data
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SEMENJAK NTT menjadi zona merah Covid-19, ketakutan serta kepanikan pasti menimpa warga. Tidak tanggung-tanggung, satu dua hari belakangan ini tiba-tiba saja data orang terpapar di NTT menjadi sekian banyaknya. Bila masyarakat NTT menjadi panik, tentu sangatlah wajar.

Oleh karena itu, tugas Pemerintah untuk secara transparan menyampaikan kepada publik, seberapa banyak orang yang terpapar saat ini dan dimana saja lokasinya.

Hal ini menjadi penting agar masyarakat juga menjadi waspada atau lebih memilih berdiam diri di rumah masing-masing karena kalau sempat melakukan kontak dengan mereka yang terpapar tentu semakin berdampak buruk.

Pedagang di Detusoko Jualan di Pinggir Jalan

Kondisi saat ini, semua orang tidak bisa berbuat apa-apa. Masalahnya, bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari jika tidak melakukan aktivitas? Tidakkah beban hidup dan tanggungan keluarga semakin menjadi berat?

Ini sejumlah pertanyaan yang harus dijawab bersama dan pemerintah harus menjadi terdepan menyelesaikan masalah.

Dilema antara ketakutan warga dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari sebenarnya menjadi soal yang tidak mudah dijawab.

Semua bisa saja mengaku tidak bertanggungjawab tetapi bagaimana tanggungjawab moral pemerintah? Mungkin bagi masyarakat, berdiam di rumah itu baik tetapi apakah dengan cara itu lalu kebutuhan hidup untuk makan dan minum datang sendiri? Tentu tidak seperti itu.

ODP Sumba Barat Bertambah Jadi 24 Orang

Sejatinya, pemerintah seharusnya konsisten sejak awal untuk melakukan lockdown secara menyeluruh. Khusus untuk NTT, matu tidak mau, suka tidak suka harus ditutup untuk sementara.

Kalau tidak, bisa jadi fenomena gunung es akan terjadi, kecil di permukaan tetapi sangat besar dan luas di dasar. Kalau begini maka kemampun untuk bertahan hidup bagi masyarakat sangat sulit. Apalagi, bicara soal daya tampung Rumah Sakit kalau terjadi membengkaknya pasien Covid-19.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota sudah seharusnya memberi akses soal data yang benar terkait warga terpapar Covid-19.

Soal keterbukaan terhadap data menjadi salah satu cara masyarakat untuk menghindar dari kemungkinan tertular.
Belum lagi kita bicara soal masyarakat di pelosok NTT yang tidak tahu tentang apa itu protokoler kesehatan dan bagaimana mengamankan diri dari Covid-19.

Jadi keterbukaan data menjadi penting bagi keamanan dan kesehatan masyarakat ke depan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved