Kades Rubit : Jangan Gara-Gara Uang Rp 600 Ribu Saya Dicerca Warga
gara-gara uang bantuan sosial tunai (BST) saya sebagai Kades Rubit dicerca warga sendiri. Saya tidak mau terima dan saya kembalikan kepada negara
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG-COM-MAUMERE-"Jangan gara-gara uang bantuan sosial tunai (BST) saya sebagai Kades Rubit dicerca warga sendiri. Saya tidak mau terima dan saya kembalikan kepada negara. Nama saya tercatat sebagai penerima BST Kemensos RI sesuai pendataan sebelum 2019 sebelum saya jadi Kades Rubit di Kecamatan Hewokloang pada Desember 2019. Saya kembalikan uang BST yang ditransfer melalui BRI ke rekening saya,".
Demikian penegasan Kades Rubit, Polikarpus Heret alias PKH kepada wartawan di Kantor Desa Rubit, Sikka, Rabu (13/5/2020) siang.
Ia menjelaskan, namanya tercatat sebagai penerima BST membuatnya menemui Dinas Sosial Sikka agar mengganti namanya agar bantuan itu diberikan kepada orang lain.
• Ini Menu Buka Puasa Favorit Pemain Persib Ardi Idrus ? Simak Ceritanya Info
"Saya minta diganti kepada orang lain yang masih layak mendapatkan bantuan. Saya sudah jadi kades dan ada gaji. Kalau tidak jadi kades saya juga berhak terima. Saya tidak mau warga bilang saya yang urus lalu saya masukkan nama saya. Saya tidak mau nama saya jadi bahan omongan warga sendiri," kata PKH.
PKH mengaku ada 9 warga penerima BST yang diganti yakni dirinya, tiga kepala dusun, istri Ketua BPD, perangkat desa, istri pensiunan PNS dan sopir mobil dinas.
"Saya dan delapan warga yang tercatat sebagai penerima BST Kemensos karena terdampak corona diganti kepada orang lain. Kami sudah sepakat kasih kepada warga lain dan uangnya dikembalikan kepada negara. Untuk tahal dua ada 9 nama yang kami usul agar diberi BST," ujar PKH.
Sang kades siang itu pun menemui semua warga penerima BST agar menuju ke Kantor Camat Hewokloang agar menerima BST.
Warga penerima BST ada 124 dan yang menerima BST sesudah 9 nama tidak terima hanya 115 warga.(ris)
