Kasus Positif Covid-19 NTT Meningkat, Gugus Tugas Minta Penegakan Maklumat Kapolri

Kasus Positif Covid-19 di wilayah Provinsi NTT makin eskalatif. Jumlah Kasus Positif Covid-19 telah mencapai angka 16 kasus

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT Ardu Jelamu Marius saat memberikan keterangan pers pada Senin (11/5/2020) malam. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kasus Positif Covid-19 di wilayah Provinsi NTT makin eskalatif. Jumlah Kasus Positif Covid-19 hingga Senin (11/5/2020) malam telah mencapai angka 16 kasus dengan satu kasus yang dinyatakan sembuh.

Eskalasi yang berpotensi terus meningkat tersebut juga diperparah dengan munculnya kasus positif yang berasal dari transmisi lokal di Kota Kupang.

Pasien positif tersebut kini tengah dirawat dan diisolasi dengan penanganan medik sesuai tatalaksana penanganan pasien Covid-19 di RSUD Prof Johannes Kupang.

Kupang Pork Festival Baru Direncanakan Harus Tertunda Karena Wabah Pandemi

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT Ardu Jelamu Marius kepada wartawan menegaskan, munculnya kasus transmisi lokal menjadi warning yang cukup keras bagi masyarakat NTT. Hal ini dikatakannya karena kondisi masyarakat NTT saat ini, seolah abai terhadap himbauan protokol kesehatan pemerintah dan maklumat keamanan Kapolri.

"Kita lihat di Kota Kupang, di kota-kota, kecamatan-kecamatan, orang tidak menaati protokol kesehatan," ujarnya saat jumpa media.

Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Puluhan HP di Konter Nazaret Bajawa

Karenanya, perlu ada tindakan penegakan maklumat Kapolri secara tegas dan terarah.

"Kita harapkan ada penegakan maklumat Kapolri secara serius. Kita harapkan dengan adanya pengumuman ini maka mulai sekarang semua lebih tertib mematuhi protokol kesehatan," jawabnya ketika ditanya soal pengaruh transmisi lokal terhadap upaya penegakan maklumat Kapolri.

"Lalu lintas orang harus diminimalisasi sampai dengan titik terendah. Beberapa minggu kedepan kota di NTT harus sepi (tertib). Hal ini karena kemampuan kita sangat terbatas, baik logistik, fasilitas, tenaga kesehatan maupun dokter," ujarnya.

Dengan kurva yang makin meningkat maka diperlukan kewaspadaan seluruh masyarakat NTT. Apalagi kini muncul kasus transmisi lokal.

"Perkembangan kurva menunjukkan kenaikan. Secara nasional mencapai angka 13 ribu positif. Sementara data statistik di NTT kurvanya juga naik begitu meyakinkan maka perlu kewaspadaan kita," tambahnya.

Ardu Jelamu bahkan meminta pemerintah daerah melalui Gugus Tugas untuk fokus dan bertindak cepat melakukan tracking termasuk pada 500an orang OTG yang tersebar di NTT.

Sementara itu, pada saat penandatangan nota kesepahaman pendampingan hukum dan pengawasan anggaran Covid-19 Provinsi NTT antara Pemprov dan Kejati serta BPKP NTT pada Senin siang, Gubernur Viktor Laiskodat menegaskan masyarakat boleh bekerja dan beraktivitas karena penyebaran itu berasal dari kasus impor.

"Penyakit ini penyakit impor. Yang datang dari zona merah itu dikurung. Maka kita tidak perlu ragu untuk kerja di lapangan selama tidak ada yang impor "barang itu" masuk ke desa. Kita kerja saja, jeroan kita kerja terus," ujar Viktor di hadapan Forkopimda, bupati dan walikota serta para pejabat provinsi.

"Asal orang dari luar mengisolasi diri maka kita tidak boleh takut untuk bekerja," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved