'Kupang Pork Festival' Baru Direncanakan Harus Tertunda Karena Wabah Pandemi

Pengusaha makanan non halal Kota Kupang berniat membuat Kupang Pork Festival pada awal tahun 2020

POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Salah satu pelaku usaha makanan non halal di Kota Kupang, Deni Malelak (Kiri) dan staf (Kanan) saat ditemui POS-KUPANG.COM di tempat usahanya. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam rangkan memperkenalkan makanan non halal ke dunia luar, pengusaha makanan non halal Kota Kupang berniat membuat Kupang Pork Festival pada awal tahun 2020.

Namun karena serangan dua virus berturut - turut yakni African Swine Fever ( ASF) atau yang dikenal dengan nama demam babi Afrika dan Corona virus disease ( Covid-29), membuat rencana ini tertunda.

"Harusnya kalau tidak ada wabah, saat ini kita sudah adakan Kupang Pork Festival" ungkap Deni Malelak, salah satu pengusaha makanan non halal di Kota Kupang.

Ini yang Dilakukan Pemkab Manggarai Sehingga Keluar Dari Daerah Tertinggal

Kepada POS-KUPANG.COM ia mengatakan, setelah musim hujan awal tahun kemarin ia bersama beberapa temannya berencana untuk mengadakan Kupang Pork Festival demi menarik para wisatawan dengan menyediakan berbagai olahan dari daging babi mulai dari masakan tradisional hingga masakan modern.

"Semua ada. Mau se'i, babi kecap, babi rica, babi guling semuanya dengan harga terjangkau" ujarnya pada Senin (11/05/2020).

Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Puluhan HP di Konter Nazaret Bajawa

"Jadi itu rencananya kita mau buat jadi ikonnya Kota Kupang yang diselenggarakan setiap tahun" lanjutnya.

Ia mengatakan, untuk menunjang pariwisata, kepada wisatawan dipromosikan untuk datang pada tanggal dan bulan sekian karena saat itu akan ada Kupang Pork Festival sehingga untuk wisatawan pecinta daging babi disarankan untuk datang di saat itu.

"Kita promosikan kalau mau datang ke Kupang di tanggal sekian bulan sekian ada festival ini. Mungkin selama 3 atau 4 hari pork mania tapi karena terkendala 2 virus ini yang kita tidak tahu sampai kapan jadi rencananya juga tertunda" jelasnya.

Ide awal membuat Pork Festival adalah dari Deni sendiri dan semua temannya menyambut baik.

Ia mengakui, sudah berdiskusi dengan teman dari Event Organizer (EO) untuk bagaimana membuat Kupang Pork Festival jadi ikon Kota Kupang karena di sini banyak pedagang olahan daging babi dan juga pasaran yang konsumennya juga mayoritas.

Selain itu, populasi ternak babi di Pulau Timor lumayan besar juga menunjang kegiatan tersebut.

Terkait konsep kegiatan Deni mengatakan sudah cukup matang karena pihak EO dan para pelaku usaha jualan sudah sepakat, tinggal pendekatan dengan pihak dinas pariwisata untuk tentukan tanggal dan momen kegiatannya.

"Hanya sekarang semua drop. Beberapa teman harus tutup usahanya. Saya sendiri berhenti jualan selama 1 bulan. Akhirnya pasar olahan daging babi jadi tidak bergairah" pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ella Uzu Rasi)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved