Pencipta Lagu Ora Mudik Ora Popo
Imbauan Tidak Mudik Lewat Seni Lebih Menyentuh
Lagu berlirik bahasa Jawa ini ditulis oleh Sudarmanto Leles (63), Ketua Paguyuban Warga Jawa Tengah untuk wilayah Jabodetabek
Kalau boleh tahu, ada berapa banyak warga Jawa Tengah hidup di Jabodetabek?
Jadi warga di Jawa Tengah, yang ada di Jabodetabek, contoh saja, Wonogiri itu ada lebih dari 350 ribu warga yang merantau di Jakarta. Satu kabupaten, kalau satu kabupaten itu sebanyak 200 ribu ke Jakarta, ditotal dengan 35 kabupaten, berarti sekitar tujuh juta ada di DKI. Belum di Jabodetabek.
Dari jumlah itu berapa banyak yang sudah mudik?
Tentu ada, banyak. Karena sebelum PSBB itu sudah kecolongan contohnya sampai ke Wonogiri. Sekda Wonogiri bilang ke saya, sudah sampai 60 ribu pulang mudik, sudah ada di sana. Itu ketika pra PSBB. Itu sudah pulang, banyak. Saya kira dari 35 kabupaten mungkin ada lebih dari 500 ribu yang sudah mudik ke kampung masing-masing. Ini kesulitan juga. Semua belajar ternyata, di republik ini semua belajar dengan adanya Covid-19 ini.
Seberapa besar dampak lagu Ora Mudik Ora Popo dalam membantu pemerintah menghentikan upaya mudik masyarakat?
Saya yakin sekali, kalau omongannya pas, yang menyanyikan juga pas, pas bahasanya, karena paternalistik orang kita itu tetap digunakan sampai sekarang. Oleh sebab itu, ada model satu, lagunya enak didengar, dua bahasanya bisa dicerna, tiga yang menyanyikan itu ada unsur ketokohan.
Republik ini masih model paternalistik, orang-orang pasti nurut dengan yang atas. Dengan cara-cara itu, saya meyakini banyak yang sudah stop mudik walaupun dari sekian juta itu ada sekian yang masih mudik, wajar. (genik/tribunnetwork/cep)