Benarkah Penyakit Meningitis yang Renggut Nyawa Glenn Fredly Menular? Ikuti Penjelasan Ahli

Nah, meningitis terjadi ketika cairan di sekitar selaput yang melapisi otak tadi terinfeksi.

CDC US
Naegleria fowleri, penyebab penyakit meningitis parasit. (CDC US) 

"Peradangan tersebut disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur yang ditularkan melalui percikan cairan hidung dan tenggorokan yang terciprat saat batuk atau bersin dari penderita meningitis," ujar dr. Istiana dalam rilis kepada Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Faktor penyebab meningitis

Penyakit meningitis seperti yang juga pernah dialami komedian Olga Syahputra, disebabkan oleh berbagai faktor.

1. Penyakit primer pendahulu Menurut dr. Henny Herawati, Sp.S, Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Karawang, meningitis sendiri juga bisa disebabkan oleh penyakit primer pendahulu.

“Misal, pasien memiliki riwayat TBC paru, maka antibodi pasien akan melemah, sehingga kuman dapat menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan di selaput otak," ungkap dr. Henny. Baca juga: Penyakit Radang Selaput Otak Berbahaya, Ini Fakta tentang Meningitis

2. Pengobatan tidak tuntas Dokter dari rumah sakit yang sebelumnya bernama RS Awal Bros ini menjelaskan kasus lain yang dapat menyebabkan meningitis. Misalnya telinga membengkak, gigi berlubang hingga membengkak, atau terdapat infeksi daerah sinus, namun tidak diobati hingga tuntas, sehingga kuman dapat menyebar ke otak.

3. Daya tahan tubuh menurun Dr. Istiana menambahkan pada saat daya tahan tubuh menurun, sistem antibodi tidak dapat secara maksimal melawan infeksi meningitis. Akibatnya, kuman bisa menyebar ke sumsum tulang belakang dan selaput otak.

4. Benturan dan operasi otak Meningitis juga bisa terjadi bila seseorang mengalami kecelakaan atau benturan di bagian kepala yang menyebabkan tulang kepala retak atau terbuka, sehingga bakteri masuk ke selaput otak.

“Untuk khasus tertentu, proses operasi bagian otak yang tidak tepat dapat mengakibatkan bakteri masuk ke otak akibat terbukanya kepala saat operasi,” jelasnya.

Gejala meningitis Penyakit radang selaput otak ini dapat menyerang segala usia. Usia paling rentan, kata dr. Istiana, adalah bayi di bawah usia 1 tahun dan orang dewasa pada usia lanjut akibat kerentanan daya tahan tubuh.

Selain itu, usia remaja 15 - 24 tahun juga rentan terhadap meningitis jika menerapkan gaya hidup yang tidak sehat.

"Seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau berpergian ke club di tengah orang banyak, sehingga tanpa disadari memiliki potensi tertular meningitis," imbuh dia.

Adapun gejala awal dari penyakit meningitis ini dapat bermacam-macam. Nyeri kepala Nyeri leher nyeri otot Mual Muntah Nafsu makan menurun Lesu Cepat mengantuk Gejala yang lebih parah yang dapat terjadi yaitu Kejang Kaku kuduk (leher) Penurunan kesadaran Nyeri kepala berat Demam tinggi di atas 38 derajat Gangguan penglihatan Kejang Gangguan konsentrasi Gangguan pendengaran Gangguan keseimbangan tubuh Lumpuh

"Biasanya, gejala-gejala ringan tersebut dapat terjadi sekitar 1 hingga 2 minggu. Jika dibiarkan, gejala-gejala berat dapat terjadi," jelas dr. Henny.

Pengobatan pasien meningitis Jika seseorang terindikasi meningitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan analisis riwayat kesehatan pasien tersebut. Diagnosis dilakukan melalui alat CT Scan atau MRI, serta cek darah.

Selanjutnya, pasien dapat dilakukan lumbal fungsi.  Yaitu pengambilan cairan otak agar dapat memastikan penyebab terjadinya meningitis seperti virus, bakteri, atau jamur.

"Jika sudah ditemukan sumber penyebab meningitis, maka pasien tersebut akan diberikan pengobatan sesuai sumbernya," sambung dr. Istiana.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meningitis Penyakit Menular, Ketahui Penyebab, Gejala hingga Pengobatannya", https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/11/170200123/meningitis-penyakit-menular-ketahui-penyebab-gejala-hingga-pengobatannya.

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved