Digerakkan Wakapolda NTT Alumni SMAN 1 Kupang Lakukan Aksi Sosial

Atas dasar 'Kemanusiaan' menjadi motor penggerak bagi para Alumni SMAN 1 Kupang untuk turut serta peduli bagi yang kesulitan

POS-KUPANG.COM/VINSEN HULER
Susana saat pembagian sembako alumni SMAN 1 Kupang 

POS-KUPANG.COM| KUPANG- Atas dasar 'Kemanusiaan' sebagai bingkai pemersatu serentak menjadi motor penggerak bagi para Alumni SMAN 1 Kupang untuk turut serta peduli pada mereka yang saat ini berada dalam kesulitan. " Atas dasar kemanusiaan, kita peduli terhadap mereka yang berada dalam kondisi yang sangat sulit."

Demikian disampaikan Ketua Alumni SMAN 1 Kupang sekaligus Wakapolda NTT, Brigjen Pol Drs. Jhony Asadoma, M.Hum, Jumat (8/5/2020), di Kantor Bulog Kupang.

Solidaritas rasa kemanusiaan yang melekat dalam diri para alumni SMA N 1 Kupang terhadap mereka yang mengalami kesulitan diwujudkan dengan mendistribusikan 500 paket sembako yang akan disebarkan ke beberapa titik yaitu Namosain, Oebobo.

Persebaya Kembali Latihan Online, Ini Alat Bantu yang Digunakan Pelatih Fisik, Simak Info

Di samping itu, kata orang nomor 2 di Kapolda NTT ini, para alumni SMA N 1 Kupang, juga membagikan ke lingkungannya masing-masing yang memang betul-betul sangat susah.

Setelah mengatakan demikian, seraya melempar senyum Wakapolda NTT, Jhony Asadoma, berlalu pergi menuju mobil warna hitam yang ditumpanginya dan berararak keluar dari dalam kantor Bulog menuju pada ruas jalan umum.

UPDATE Jadwal Cair THR Pensiunan PNS 2020 Tinggal Menghitung Hari, Segini Besarannya

Melihat demikian, seketika itu juga, beberapa alumni SMA Negeri 1 yang didominasi kaum hawa terlihat sigap dengan kendaraan milik mereka turut bergerak mengikuti.

Seolah tak mau ketinggalan, beberapa kendaraan yang penuh dengan paket sembako yang disimpan di mobil pikap dan beberapa ajudan serta beberapa insan pers mengekor dari arah belakang berarak keluar
Dari jalan Palapa menuju lokasi yang dituju.

Lokasi yang menjadi titik pertama kunjungan para alumni SMA 1 Kupang di rumah Ny. Sofia Gabale dan suaminya yang bermukim di RT 8 RW 02, Kelurahan NBS.

Kedua pasangan suami istri yang kesehariannya berprofesi sebagai pemulung ini, meskipun dengan segala keterbatasan, kekurangan yang dimiliki Namun, dengan tekad sekuat baja mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus SMA ini, terlihat begitu kaget saat didatangi para alumni SMA N 1 Kupang yang dinahkodai Wakapolda NTT.

" Bapa Aleks kerja apa,? tanya Wakapolda NTT. Ada pilih Aqua dan besi tua, "ucap Alex menjawab.

Beberapa menit berselang, suasana perlahan mencair tatkala Yunita Gabale, putri dari kedua pasangan paruh baya itu perlahan mendekati kerumunan.

Serangkaian kalimat tanya dengan nada halus penuh kebapaan yang dilontarkan wakapolda NTT tuntas dijawab Yunita, meski sesekali tersipu malu.

Beberapa detik berselang, kalimat tanya dan jawab yang sempat tergiang pada gendang telinga para pendengar sukses menjelma menjadi tanda titik; diam membisu.

Jadi kami dari ikatan alumni SMA Negeri 1 Kupang, kata Wakapolda NTT, Jhony Asadoma, membuat gerakan kemanusiaan dan kita mau berbagi sedikit kepada bapak mama yang membutuhkan. Muda-mudahan, urainya, ini bisa membantu berupa paket sembako.

Sementara itu, Yunita Gbhale kepada POS KUPANG.COM, saat dimintai tanggapan terkait kunjungan para alumni mengaku merasa senang karena bisa dapat bantuan. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Vinsen Huler)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved