Hari Ini Dokter dan Tenaga Medis di Rumah Sakit Santo Rafael Cancar Akan Jalani Rapid Test

Dokter dan tenaga medis di Rumah Sakit St Rafael Cancar, Kabupaten Manggarai, Jumat (8/5/2020) hari ini akan menjalani rapid test

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa. 

POS-KUPANG.COM | RUTENG---Hari Ini dokter dan tenaga medis di Rumah Sakit St Rafael Cancar, Kabupaten Manggarai, Jumat (8/5/2020) hari ini akan menjalani rapid test. Mereka diuji rapid test karena memiliki kontak erat dengan pasien dalam pengawasan (PDP) yang kini sedang diisolasi di RSUD Ben Mboi Ruteng.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Lodovikus D. Moa menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (10/5/2020) pagi.

Dijelaskan Lodi yang akrab disapa ini, bahwa kini dokter dan semua tenaga medis yang memiliki kontak erat dengan PDP tersebut juga kini sebagian sedang dikarantina di RS St.Rafael Cancar dan sebagian dikarantina secara mandiri.

Larang Jual Beras ke Luar Sumba Barat, Kadis Ketahanan Pangan Pastikan Surat Edaran Bupati Niga

Dikatakan Lodi, total tenaga medis di St Rafael Cancar sebanyak 18 orang, namun karena keterbatasan Rapid Test, maka hanya dilakukan Rapid Test bagi dokter dan tenaga medis yang memiliki kontak erat dengan PDP itu.

"Memang Tenaga Medis disana sebanyak 18 orang, tapi kita akan lakukan Rapid Test terhadap mereka yang punya kontak erat dengan pasien tersebut karena ketersediaan Rapid Test sangat terbatas,"jelas Lodi.

Di Nagekeo - NTT, Pemeritah Desa Labolewa Siapkan Dana BLT untuk Warga, Simak Liputannya

Lodi juga mengatakan, PDP tersebut masuk Rumah Sakit pada tanggal 5 Mei 2020 pukul 13.00 Wita, pasien ini rujukan dari RS Santo Rafael Cancar. Sehingga hingga saat ini sudah 2 PDP, dengan rincian 1 PDP meninggal dunia dan 1 PDP sedang diisolasi di Ruang Isolasi RSUD Ben Mboi Ruteng.

Lodi menjelaskan, pasien PDP yang sedang dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng ini merupakan warga Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Pasien ini masuk RS Cancar pada tanggal 30 April 2020 dengan keluhan mencret dan nyeri perut, kemudian pada tanggal 1 Mei 2020 pasien sesak nafas dan batuk.

"1 Minggu sebelum masuk RS, pasien ke Lembor, sekitar 3 jam di Lembor. Di RS Cancar, dilakukan Rapid Test pada tanggal 1 Mei dan 2 Mei 2020 hasilnya non reaktif. Kemudian pada tanggal 5 Mei 2020 kembali dilakukan Rapid Test hasilnya IgG negatif, IgM positif samar,"jelas Lodi.

Lodi juga mengatakan, di RS Cancar juga sudah dilakukan pemeriksaan lab dan rontgen paru dan hasil Pneumoni. Di RSUD Ruteng pasien tersebut kembali dilakukan pemeriksaan lab hasilnya lebih memburuk dari yang di RS Cancar, rontgen paru juga lebih memburuk dari yang di RS Cancar dan Rapid Test hasilnya reaktif.

Lodi mengatakan, hasil diagnoas pasien itu Pneumonia Berat sehingga pasien itu dikategorikan sebagai PDP dan langsung dirawat di ruang Isolasi RSUD Ben Mboi Ruteng. "Diagnosa: Pneumonia Berat.
Pasien dikategorikan sbg *PDP*. Pasien dirawat di ruang isolasi,"jelas Lodi.

Lodi juga mengatakan, untuk memastikan pasien itu positif atau negatif corona, diambil swab untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Sedangkan untuk orang tanpa gejala (OTG), jelas Lodi, sebanyak 2 OTG. 2 OTG ini, kini sedang dikarantina di Gedung Wisma Atlet Golo Dukal Ruteng.

Lodi juga menjelaskan, sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) jumlah keseluruhan hingga, Kamis (5/5/2020) pukul 18.00 Wita berjumlah sebanyak 84 kasus. Dari 84 kasus tersebut, 29 ODP diantaranya yang masih sedang dipantau, sedangkan 55 orang sudah selesai pemantauan dengan kondisi sehat.

Sementara untuk jumlah pelaku Perjalanan, Jelas Lodi, yang sudah diperiksa sebanyak 4.049 orang dengan rincian jumlah sebanyak 894 pelaku perjalanan diantaranya dalam masa isolasi mandiri, sedangkan 3.155 orang diantaranya selesai masa isolasi. Sementara pasien positif Covid-19, hingga saat ini belum ada alias nol.

Lodovikus juga mengimbau bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, melakukan physical distancing, sesering mungkin mencuci tangan, memakai masker saat bepergian/keluar rumah dan selalu menjaga kesehatan.

Selain itu, bagi siapa pun yang datang dari daerah terpapar agar patuh melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika terdapat gejala klinis maka segera melaporkan kepada petugas atau tenaga medis untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

"Mari kita patuh dengan imbauan pemerintah guna mencegah virus corona ini. Mari kita berdoa semoga Manggarai tetap Zona Hijau dan Wabah virus ini juga semoga segera berakhir sebagaimana harapan kita bersama,"pungkas Lodi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved