Breaking News:

Respon Dampak Covid-19, 400 Anak di NTT Dapat Bantuan dari Kemensos

Sebanyak 400 anak NTT dari total 800 Anak Yang Memerlindungan Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) dapat bantuan Kemensos

ISTIMEWA
Kepala BRSAMPK Naibonat, Supriyono saat memberikan pengarahan mengenai Persiapan Penyaluran Bantuan Rehabilitasi Sosial Tahun 2020. 

POS-KUPANG.COM | NAIBONAT - Sebanyak 400 anak NTT dari total 800 Anak Yang Memerlindungan Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Maluku, dan Maluku Utara akan menerima bantuan dari Kementerian Sosial melalui Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus ( BRSAMPK) Naibonat Kupang.

Persebaran dari 800 anak terdiri dari Provinsi NTT sebanyak 400 anak, Maluku sebanyak 250 anak dan Maluku Utara sebanyak 150 anak.

Bagi Sembako Bagi Pelaku Perjalanan di Satar Mese Utara, Begini Penjelasan Bupati Deno

Sesuai Rilis yang dikirim Muhtar Afandi, Humas BRSAMPK Naibonat, Kabupaten Kupang ke POS-KUPANG.COM, Senin (4/5) disebutkan, penyaluran dana bantuan rehabilitasi sosial ini akan segera dicairkan sebagai upaya merespon dampak dari adanya pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia.

Nilai Bantuan Rehabilitasi Sosial Anak sebesar Rp 1 juta, terdiri dari bantuan bertujuan sebesar Rp 500 ribu untuk pemenuhan gizi, biaya kursus, kegiatan rekreatif, dan/atau kegiatan anak lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Pengumuman Kelulusan di SMA Katolik Kejora Riung Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Terkait dengan situasi berkembangnya pandemik Covid-19, juga dapat dipergunakan untuk pembelian suplemen daya tahan tubuh dan Alat Pelindung Diri ( APD) seperti masker, hand sanitizer, dan sarung tangan. Sementara yang Rp 500 ribu lainnya dipergunakan untuk upaya pengasuhan anak, dukungan keluarga dan terapi.

Dikatakannya, Kriteria umum anak yang akan menerima bantuan adalah berusia 0 sampai kurang dari 18 tahun berasal dari keluarga miskin/tidak mampu.

Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau aplikasi SIKS NG Kementerian Sosial, anak dampingan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) meliputi anak dalam LKSA dan diluar LKSA.

Mereka adalah anak dalam situasi darurat, anak berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Juga anak yang menjadi korban pornografi, anak dengan HIV/AIDS, anak korban penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan, anak korban kekerasan fisik dan/atau psikis, anak korban kejahatan seksual, anak korban jaringan terorisme.

Anak penyandang disabilitas, anak korban perlakuan salah dan penelantaran, anak dengan perilaku sosial menyimpang, anak yang menjadi korban stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tuanya.

Bantuan juga diberikan untuk anak jalanan, balita dan anak-anak yang memerlukan pengembangan fungsi sosial.

Kepala BRSAMPK Naibonat, Supriyono menjelaskan, bantuan rehabilitasi sosial anak tersebut bertujuan untuk meningkatkan keberfungsian sosial anak dan keluarga serta mendukung pemenuhan hidup layak anak.

Selain itu juga bantuan ditujukan untuk mendukung kapabilitas sosial anak melalui pengasuhan anak, meningkatkan kapabilitas sosial keluarga melalui dukungan keluarga, melaksanakan terapi bagi anak dan atau keluarga.

"Untuk Penyalurannya Kami bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk pembukaan rekening kolektif yang dana bantuannya akan langsung masuk ke rekening masing-masing anak penerima bantuan," jelas Supriyono.

Penyalurannya akan di fasilitasi juga oleh 38 LKSA dari 3 Provinsi yaitu NTT, Maluku dan Maluku Utara. Setelah bantuan di salurkan, maka pihak BRSAMPK Naibonat akan melakukan monitoring dan pendampingan kepada LKSA, keluarga dan anak. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved